Home News Polisi gulung perdagangan obat kuat di Aceh Utara 
News

Polisi gulung perdagangan obat kuat di Aceh Utara 

Share
Polisi gulung perdagangan obat kuat di Aceh Utara 
Konferensi pers pengungkapan obat dan jamu palsu di Polres Aceh Utara, Kamis (27/2/2025). FOTO : popularitas.com/Hafiz Erzansyah
Share

POPULARITAS.COM – Perdagangan obat kuat ilegal, berhasil digulung oleh kepolisian dari Polres Aceh Utara. Melalui operasi itu, dua pelaku, masing-masing MF (32) dan MK (46) yang merupakan warga kabupaten tersebut, ikut ditangkap petugas.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti dalam keterangannya, Kamis (27/2/2025) mengatakan, pihaknya berhasil ungkap kasus perdagangan obat kuat tersebut, berdasarkan laporan dan informasi dari masyarakat yang resah akibat beredarnya obatan-obatan ilegal dan palsu.

Kemudian, dari keterangan itu, tambah Kapolres, pihaknya membentuk tim dan melakukan penelusuran. “Sudah kita tangkap dua pelaku dan ratusan kotak obat-obatan dan jamu tradisional yang kesemuanya ilegal dan palsu,” katanya.

Dari keterangan para pelaku, mereka berperan sebagai peracik dan sekaligus penjual obat-obatan dan jamu yang diperdagangkan di wilayah Aceh Utara tersebut. “Motifnya mencari untung dengan menjalankan bisnis ilegal,” sebut Nanang.

Keduanya, selama ini memperdagangkan obat-obat dan jamu tersebut ke kios-kios di wilayah-wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur. “Rata-rata yang dijual obat kuat dan penambah stamina,” terangnya.

Saat ini para pelaku masih diamankan dan dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.  “Mereka, terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun atau denda sebesar lima miliar rupiah,” ungkap Kapolres.

Nanang pun mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli obat dan jamu tradisional yang ada.  Pastikan produk yang dikonsumsi memiliki izin edar resmi dari BPOM serta memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. “Selain itu bagi pemilik kios yang merasa telah menjual produk palsu, segera serahkan produk itu ke polisi  guna menghindari risiko hukum dan bahaya bagi konsumen,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version