Home Hukum Polisi Periksa Pick Up Bermuatan Beras, Ternyata Ada Kayu Ilegal
HukumNews

Polisi Periksa Pick Up Bermuatan Beras, Ternyata Ada Kayu Ilegal

Share
Share

POPULARITAS.COM – Satlantas Polres Aceh Besar memeriksa satu unit mobil pick up L300 yang mulanya diduga kelebihan muatan. Setelah diperiksa ternyata bermuatan kayu jenis simanthuk sebanyak 1 kubik tanpa dilengkapi surat resmi.

Kemudian mobil tersebut langsung diamankan oleh tim Dolphin Satlantas Aceh Besar Senin (12/2/2018) dini hari sekira pukul 01.00 Wib di kawasan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar sedang menuju ke Kota Banda Aceh.

Untuk mengelabui petugas, di atas tumpukan kayu panjang 2 meter per batang diletakkan beras. Terlihat sekilas, mobil tersebut sedang membawa beras.

“Mulanya diperiksa karena diduga overload, kami geledah ternyata membawa kayu tanpa dokemen yang sah. Di atas kayu diletakkan beras,” kata Kasatlantas Polres Aceh Besar, Iptu Sandy Titah Nugraha, Senin (12/2/2018).

Katanya, semanthuk merupakan kayu kelas nomor 1 biasanya terdapat di tengah hutan pedalaman dan dilindungi oleh negara. Kayu tersebut diangkut dari Teunom, Kabupaten Aceh, hendak dibawa ke salah satu kilang kayu di Banda Aceh.

“Kita amankan dua orang tersangka berinisial NB (35) dan . Untuk lain-lain masih dikembangkan unit Reskrim Polres Aceh besar,” tutupnya.[acl]

Share
Tulisan Terkait
News

Berawal dari Kaki, Menjadi Rahasia Tubuh Tetap Nyaman Beraktivitas

POPULARITAS.COM – Sering kali kita lebih fokus merawat kulit wajah, menjaga postur...

KesehatanNews

Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

POPULARITAS.COM – Keputusan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri tidak semata-mata...

News

Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah, Anaknya: Lebih Hina dari Hina

POPULARITAS.COM – Putra sulung Hotman Paris Hutapea, Frank Alexander meluapkan rasa kekecewaannya...

NewsSepakbola

Prancis Vs Inggris: Jadwal, Kick-off, dan Siaran Langsung Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Perjalanan Timnas Prancis dan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memang tidak...