POPULARITAS.COM – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar mendukung penuh terhadap upaya membawa kelapa sawit Aceh menembus pasar internasional. Dukungan itu disampaikan saat menerima kunjungan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah di Meuligoe Wali Nanggroe.
Pertemuan tersebut membahas peluncuran Koalisi Kemitraan Kelapa Sawit Berkelanjutan Aceh yang diinisiasi untuk mempromosikan kelapa sawit daerah agar lebih kompetitif di pasar global. “Kami mendukung bagaimana kelapa sawit Aceh bisa menembus pasar internasional,” kata Malik Mahmud Al Haythar dalam keterangannya, Minggu (10/8/2025).
Menurut Malik Mahmud, selama ini banyak rintangan dalam ekspor tetapi dirinya optimistis dengan langkah-langkah yang sedang dilakukan. Oleh karena itu, Malik Mahmud menyebutkan dirinya kerap menerima laporan terkait rencana pertemuan para investor nasional dan internasional
“Serta kehadiran kementerian terkait dan sejumlah duta besar negara sahabat di Aceh untuk melihat langsung potensi dan hasil produksi kelapa sawit di Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah menjelaskan pada 12–13 Agustus 2025, Banda Aceh akan menjadi tuan rumah Pertemuan Kelapa Sawit Berkelanjutan Internasional.
Agenda tersebut akan dihadiri kementerian, lembaga pemerintah pusat, sejumlah menteri tujuh duta besar lima di antaranya telah mengonfirmasi hadir, termasuk dari Belanda, Swiss, dan Jerman serta lembaga donor seperti Bank Dunia dan IDB.
Selain itu, Cut mengatakan juga turut hadir
sembilan buyer internasional, perusahaan-perusahaan perkebunan sawit, dan LSM nasional maupun internasional juga dijadwalkan hadir. Dia berharap kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan komitmen keberlanjutan, termasuk mendorong hilirisasi produk sawit Aceh yang selama ini didominasi CPO (Crude Palm Oil).
“Kehadiran investor, buyer, dan lembaga donor menjadi peluang penting untuk membawa sawit Aceh ke tingkat yang lebih kompetitif, sekaligus membuka peluang hilirisasi produk turunan,” kata Cut Huzaimah.

Leave a comment