POPULARITAS.COM – Produksi pangan utama di Aceh mengalami penurunan sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat, baik luas panen maupun produksi padi dan jagung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin mengatakan berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi luas panen padi di Aceh sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 283,18 ribu hektare. Angka tersebut menurun sebesar 18,01 ribu hektare atau 5,98 persen dibandingkan tahun 2024.
“Puncak panen padi pada 2025 masih sama seperti 2024 yakni terjadi pada Bulan Maret,” kata Tasdik Ilhamudin, Selasa (3/2/2026).
Seiring dengan penurunan luas panen, Tasdik menyebutkan produksi padi di Aceh sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sekitar 1,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Jumlah ini menurun 2,70 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,66 juta ton GKG.
“Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada Bulan Maret, yaitu sebesar 294,61 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada Bulan Juli, yaitu sekitar 12,08 ribu ton GKG,” ujarnya.
Selain padi, penurunan juga terjadi pada komoditas jagung. Total luas panen jagung pipilan sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat sekitar 8,46 ribu hektare, atau turun 16,20 persen dibandingkan 2024.
Tasdik menjelaskan, puncak panen jagung pipilan pada 2025 bergeser ke bulan Juni dengan luas panen sekitar 991 hektare. Capaian ini lebih rendah sekitar 318 hektare dibandingkan puncak panen Januari 2024.
“Sementara itu, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen sepanjang 2025 mencapai sekitar 63,23 ribu ton. Jumlah tersebut menurun 10,54 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Leave a comment