POPULARITAS.COM – Pos pelayanan verifikasi desil yang dibuka Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Aceh Barat Daya (Abdya) di RSUD Teungku Peukan (RSUD-TP) mulai dipadati aduan masyarakat.
Sejak dibuka pada Senin (11/5/2026), tercatat sudah 18 pasien melaporkan ketidaksesuaian data desil.
Kepala Dinsosnaker Abdya, Iin Supardi mengatakan, sebagian besar laporan berasal dari warga yang merasa masuk kategori desil 8 hingga 10, padahal kondisi ekonomi mereka dinilai layak berada di desil 1 sampai 7.
“Sejauh ini sudah ada 18 aduan yang diterima tim verifikasi di RSUD-TP terkait ketidaksesuaian desil,” kata Kepala Dinsosnaker Abdya, Iin Supardi kepada Popularitas.com, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, setiap laporan yang masuk langsung didata dan diteruskan kepada pihak gampong melalui Operasi SIK-NG guna dilakukan verifikasi perubahan data.
“Begitu laporan masuk, langsung kita tindak lanjuti untuk proses verifikasi di tingkat gampong,” jelasnya.
Selain menerima laporan di pos pelayanan RSUD-TP, lanjutnya, Dinsosnaker Abdya juga menerima banyak pengaduan masyarakat secara langsung maupun melalui nomor layanan aduan.
Bahkan, kata Iin, Pemerintah Kabupaten Abdya juga telah menyurati Kementerian Sosial untuk meminta data lengkap desil 6 hingga 10 agar proses verifikasi dan validasi bisa dilakukan lebih menyeluruh.
“Data desil 1 sampai 5 sudah kita peroleh. Sekarang kita berharap data lengkap desil 6-10 juga segera diberikan supaya proses validasi cepat tuntas dan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk segera mengecek status desil masing-masing.
“Bagi masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai, kami harap, segera menyampaikan laporan ke Dinas Sosial, untuk proses tindak lanjut dan dilakukan verifikasi,” tutupnya.

Leave a comment