POPULARITAS.COM – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar melepas dua kontainer kopi arabica gayo milik Koperasi pedagang Kopi (Kopepi) Ketiara ke Amerika Serikat dan Eropa. Prosesi pelepasan dilakukan di Markas Kopepi, Kampung Umang, Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (14/3/2025).
Ketua Kopepi Ketiara, Rahmah menjelaskan di Kopepi Ketiara terdapat 1300 orang petani, dan 70 persen diantaranya merupakan perempuan. “Suatu kehormatan pengiriman pada hari ini dilakukan oleh Wali Nanggroe,” kata Rahmah.
Ia juga menjelaskan, pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Belawan. Pihaknya berharap agar dalam waktu segera, pengiriman dapat dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukuh. “Dari ratusan kontainer kopi yang sudah diekpor selama ini, 70 persen diantaranya ke Amerika Serikat, dan 30 persen ke Eropa,” kata Rahmah.
Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar mengaku sangat bangga dan terharu atas kesempatan yang diberikan untuk melalukan pelepasan ekspor kali ini.
Apa yang berlaku di Kopepi Ketiara, kata Malik, menjadi bukti bawah, para perempuan Aceh memiliki kemampuan untuk mengambil peran dan tampil di depan.
Malik menambahkan, Kopi Gayo ini adalah kopi yang terbaik di dunia, dan ini harus terus dijaga dan ditingkatkatkan kualitasnya. “Saya juga dulu berjualan kopi, dan memang dulu pertama sekali Kopi Aceh itu sering di ekspor ke Eropa,” katanya.
Selama ini, tambah Malik, Kopi Gayo selalu salahsatu bahan perbincangan utama ketika dirinya meneriman kunjungan tamu, khususnya tamu dari luar negeri. “Kopi kita sudah memiliki pasar di dunia. Harus kita jaga dan kita tingkatkatkan kualitasnya,” sebut Wali Nanggroe.
Terkait permintaan para petani agar kegiatan ekspor dapat dilakukan langsung dari Aceh, yaitu Pelabuhan Krueng Geukuh, Malik menyampaikan komitmen dan akan mengupayakan langsung agar hal itu dapat segera terwujud. “Saya akan dorong Gubernur Aceh yang baru yaitu Muzakir Manaf untuk dapat merealisasikan ini, agar hasil bumi kita dapat di ekspor langsung dari pelabuhan kita sendiri,”ujarnya.
Disamping itu, Malik menyampaikan bahwa, Aceh Tengah memiliki potensi yang sangat luar biasa. Selain kopi, wisata alamnya juga luar biasa. Dia mengaku sangat suka dengan alam Takengon.
Namun, ia juga mengingatkan agar tata ruang harus direncanakan sebaik mungkin. Agar wisatawan domestik dan mancanegara semakin tertarik datang ke Aceh Tengah. “Apalagi kita disni sudah ada bandara, dan seharusnya bandara itu harus difungsikan semaksimal mungkin untuk akses wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.

Leave a comment