POPULARITAS.COM – Masyarakat Jepang berhasil mempertahankan angka penderita diabetes yang relatif rendah dibandingkan rata-rata global.
Fakta ini tergolong unik mengingat nasi putih, yang sering dituding sebagai pemicu diabetes, merupakan makanan pokok harian di negara tersebut.
Dokter terkemuka Tiongkok, Wu Qiying, yang dikenal sebagai “Blue Pigeon,” menjelaskan paradoks medis mengapa warga Jepang konsumsi banyak karbohidrat namun minim penyakit.
Menurut Dr Wu Qiying, kunci utamanya bukan pada menghindari nasi, melainkan pada cara mengonsumsinya.
Rata-rata orang Jepang terbiasa mengonsumsi nasi putih polos tanpa tambahan bumbu, minyak, saus, atau lemak hewan.
“Banyak orang di negara lain menyukai nasi goreng atau nasi yang dicampur lemak babi,” ujar Wu Qiying mengomparasikan.
Campuran lemak dan saus tambahan inilah yang sebenarnya menjadi sumber kelebihan kalori, bukan nasi putihnya semata.
Penyebab utama diabetes tipe 2 adalah asupan energi berlebih yang memicu obesitas dan peningkatan ukuran pinggang.
Kalori berlebih ini biasanya berasal dari gula dan lemak jenuh dalam makanan olahan atau makanan yang dikonsumsi di luar rumah.
Ketika lemak tinggi dikombinasikan dengan pati (nasi), sering kali nasi yang disalahkan sebagai penyebab utama penyakit.
Selain pola makan, faktor gaya hidup sehat warga Jepang juga menjadi penentu utama rendahnya angka diabetes.
Wu Qiying menyoroti kebiasaan pekerja di Jepang yang sangat aktif bergerak dan rajin berjalan kaki. “Aktivitas harian sederhana ini sangat efektif membantu menstabilkan gula darah dan menjaga fungsi otot tetap efisien,” jelasnya.
Meski demikian, tren kasus diabetes di Jepang mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir akibat westernisasi pola makan.
Mencegah diabetes kini menjadi tantangan kesehatan global yang serius karena jumlah pasien terus meningkat di usia muda.
Tanpa penanganan tepat, diabetes dapat memicu komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung, ginjal, hingga retinopati (mata).
Wu memberikan empat tips utama untuk melawan diabetes, yaitu pola makan sehat rendah gula, olahraga teratur, pemeriksaan kadar gula darah, dan manajemen berat badan.
Bagi penderita gula darah tinggi, dokter sangat menekankan pentingnya tidak langsung duduk atau berdiam diri setelah makan.
Melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan terbukti efektif mengontrol gula darah dan mendukung penurunan berat badan.

Leave a comment