POPULARITAS.COM – Kawasan Ekosistem Leuser, bukan hanya sekedar Kawasan hutan penyangga paru-paru dunia, tapi juga sebagai tempat menambah pemahaman tentang bagaimana alam menjaga keseimbangan kehidupan manusia, sekaligus juga tempat berwisata.
Satu diantara sekian banyak landskap Kawasan Ekosistem Leuser yang dimanfaatkan untuk menambah literasi pengetahuan alam sambil berwisata adalah Rain forest Keudah Leuser.
Terletak di kaki Gunung Leuser, lokasi wisata ini menawarkan pengalaman bersentuhan dengan alam yang tak terlupakan dengan pemandangan hutan tropis yang rimbun serta udara pegunungan yang sejuk.
Berlokasi di Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues, tempat wisata yang mampu mengacak-acak adrenalin dan rasa kagum ini kini hampir setiap bulannya dikunjungi para wisatawan terutama wisatawan mancanegara (wisman).
“Kalau wisatawan manca negara kebanyakan kebutuhan mereka tidak hanya berwisata alam, tapi juga untuk penelitian, meneliti tumbuhan dan hewan langka, yang ada dikawasan tersebut,” ujar Maslena, pengelola Rain Forest Keudah.
Namun demikian, sebut Lena, tak sedikit pula wisatawan lokal yang berkunjung setiap akhir pekan, selain menikmati alam, mereka juga mendapat literasi bagaimana pentingnya alam untuk kehidupan manusia.
Lokasinya yang strategis di dekat sumber air yang mengalir membuat Rain Forest Keudah semakin menarik. Aliran sungai yang jernih dan dikelilingi pepohonan besar menambah keindahan alami kawasan ini.

Jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat Ibukota kabupaten Gayo Lues, membuat pengunjung bisa datang pagi hari dan pulang pada sore hari, apalagi jalan menuju lokasi ini juga bisa dilalui dengan kendaraan roda empat hingga desa terakhir, atau jika menggunakan sepeda motor bisa hingga ke lokasi camp. Pengelola juga menyediakan pondok untuk menginap, atau tenda jika ingin menginap diluar pondok.
Mardili, seorang warga Banda Aceh mengaku lokasi ini benar-benar sebagai lokasi wisata bagi pelancong yang memang memiliki jiwa petualangan di alam.
“ Hutan dan isinya akan memberi pengalaman tersendiri bagi pelancong, dan kalau beruntung, pelancong bisa menyaksikan hewan-hewan hutan yang jarang terlihat ditempat lain, seperti Orangutan,Kibon dan Siamang,” katanya.
Terletak diketinggian1300 meter diatas permukaan laut, Rain forest keudah memiliki suhu dingin dan udara yang segar.
Rain Forest Keudah dikelola oleh Rajali Jamali dan istrinya, sejak tahun 2007. Namun karena kondisi Kesehatan yang kurang baik dan usia yang semakin menua, kini pengelolaan Rain Forest Keudah diserahkan kepada sang anak, Masdalena.
“Kami mengelola lokasi ini agar masyarakat bisa menikmati keindahan alam, dan juga bisa meningkatkan pemahaman untuk bisa menjaga hutan dan peduli lingkungan karena hutan adalah penyangga hidup kita,” ujar Masdalena.
Senada dengan itu, bagi Mardili, berkunjunga ke Rain Forest keudah semakin membuka cakrawala, bahwa menjaga alam menjadi kewajiban semua manusia.
“Bisa dibayangkan jika hutan rusak, maka pastinya kita akan kesulitan mendapat oksigen dan udara segar disekitar kita, jadi sambal berwisata mari kita menjaga hutan dan lingkungan kita,” tegas Mardili.
Leave a comment