Home News Ratusan Warga Beutong Ateuh Banggalang Tegaskan Penolakan Aktivitas Pertambangan
News

Ratusan Warga Beutong Ateuh Banggalang Tegaskan Penolakan Aktivitas Pertambangan

Share
Unjuk rasa penolakan aktivitas pertambangan di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Ratusan masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, kembali menyuarakan penolakan terhadap seluruh bentuk aktivitas pertambangan yang direncanakan masuk ke wilayah mereka.

Aksi yang berlangsung di kawasan Jembatan Krueng Beutong tersebut diikuti oleh tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, pemuda, serta warga dari berbagai gampong di Beutong Ateuh Banggalang.

kawasan hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada hutan, sungai, dan lahan pertanian.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menegaskan bahwa wilayah Beutong Ateuh bukan ruang eksploitasi industri tambang, melainkan kawasan hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada hutan, sungai, dan lahan pertanian.

Koordinator aksi, Tgk. Malikul Azis, menegaskan bahwa masyarakat akan tetap mempertahankan wilayah Beutong Ateuh dari ancaman pertambangan.

“Kami segenap masyarakat Beutong Ateuh Banggalang akan mempertahankan Beutong Ateuh ini sampai titik penghabisan,” kata Tgk. Malikul Azis, Selasa (12/5/2026).

Malikul juga meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Pemerintah Aceh, hingga pemerintah pusat agar tidak mengeluarkan izin pertambangan di kawasan tersebut. Dia menilai hingga saat ini masyarakat Beutong Ateuh belum pernah memberikan persetujuan terhadap kehadiran perusahaan tambang di wilayah mereka.

Menurut Malikul, lenolakan masyarakat didasari oleh kekhawatiran terhadap ancaman kerusakan lingkungan, hilangnya sumber mata air, rusaknya kawasan hutan, serta meningkatnya risiko bencana ekologis seperti banjir dan longsor.

Kekhawatiran tersebut semakin besar setelah masyarakat mengalami banjir bandang pada akhir tahun lalu yang merusak rumah dan kebun warga,” ujarnya.

Selain itu, Malikul menilai kawasan Beutong Ateuh merupakan bentang ekologis penting yang terhubung dengan kawasan hutan Aceh dan menjadi penyangga kehidupan masyarakat lokal.

“Kehadiran industri ekstraktif dinilai berpotensi memicu konflik ruang hidup serta mengancam keberlangsungan lingkungan untuk generasi mendatang,” katanya.

Dalam aksi tersebut, Malikul juga mengingatkan agar pemerintah tidak terpengaruh oleh pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan masyarakat Beutong Ateuh untuk mendukung aktivitas pertambangan.

“Kami masyarakat Beutong Ateuh masih menolak segala jenis pertambangan di wilayah kami,” tegasnya.

Sebagai bagian dari aksi damai, warga turut menggelar zikir dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar kawasan Beutong Ateuh tetap terlindungi dari ancaman kerusakan lingkungan dan eksploitasi tambang.

Gelombang penolakan terhadap tambang di Beutong Ateuh sendiri telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir dan terus mendapat dukungan dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan pegiat lingkungan di Aceh.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Soal Pelepasan Kawasan Hutan di Kuansing, Anak Buah Raja Juli dan Nusron Wahid Dicecar KPK

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami mekanisme pelepasan kawasan hutan dalam...

InternasionalNews

Wali Kota di Meksiko Tewas Ditembak di Kantornya

POPULARITAS.COM – Seorang wali kota di Meksiko tewas ditembak di dalam kantor...

HukumNews

Kejagung Panggil Ulang Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Hari Ini

POPULARITAS.COM _ Tim penyidik sembilan jaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadwalkan pemanggilan ulang...

EkonomiNews

BPKS Minta Lembaga Wali Nanggroe Ajukan Kembali Pembentukan Dewan Nasional Kawasan Sabang

POPULARITAS.COM – BPKS mengharapkan dukungan Lembaga Wali Nanggroe untuk mendorong kembali pembentukan...

Exit mobile version