Home News Edukasi Rektor USK: Pendekatan One Health Relevan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
EdukasiNews

Rektor USK: Pendekatan One Health Relevan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

Share
USK berupaya mengintegrasikan pendekatan One Health dalam pemulihan sosial, pangan, dan kesehatan masyarakat rentan pascabencana banjir di Aceh. Poto : For Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Universitas Syiah Kuala (USK) berupaya mengintegrasikan pendekatan One Health dalam pemulihan sosial, pangan, dan kesehatan masyarakat rentan pascabencana banjir di Aceh.

Hal itu disampaikan lamgsung oleh Rektor USK Prof Marwan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat di Banda Aceh, Selasa (3/2/2026).

“Kompleksitas persoalan tersebut menegaskan bahwa solusi tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melalui kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi,” kata Prof Marwan.

Prof Marwan mengatakan, bahwa peran universitas sangatlah penting, khususnya dalam upaya pemulihan pascabencana seperti banjir di Aceh. Menurut dia perguruan tinggi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap proses pemulihan tersebut.

“Ukuran dampak ini selaras dengan target pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.

Prof Marwan menegaskan, bahwa program One Health menjadi salah satu pendekatan strategis yang relevan. Dia juga menjelaskan, One Health dipahami sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, kesehatan lingkungan, dan kesehatan masyarakat.

“Manfaat pendekatan One Health sangat terasa, terutama saat pandemi COVID-19,” katanya.

Pandemi tersebut menunjukkan bagaimana penyakit dapat berpindah dari hewan ke manusia, dipengaruhi oleh faktor lingkungan, serta berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

Rektor mengungkapkan, USK telah memiliki One Health Collaboration Center (OHCC) sejak tahun 2018. Inisiatif ini berawal dari Fakultas Kedokteran Hewan dan kemudian berkembang menjadi pendekatan pembelajaran kolaboratif dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, biologi, dan keperawatan.

“Melalui model pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman lintas sektor dan mampu berkolaborasi dalam kerangka One Health setelah mereka lulus,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Sekapur Sirih dr Zaini Abdullah

POPULARITAS.COM – Kecintaannya kepada tanah kelahirannya, membuat pria bersura bariton ini, tak...

News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Exit mobile version