Home Ekonomi Repsol Berencana Eksplorasi Migas di Aceh Tahun Ini
EkonomiNews

Repsol Berencana Eksplorasi Migas di Aceh Tahun Ini

Share
Pemkab Aceh Barat Sambut Baik Temuan Potensi Migas Blok Meulaboh
Ilustrasi: Aktivitas migas lepas pantai (KataData)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Julius Wiratno mengatakan Repsol menjadi perusahaan migas paling agresif dalam eksplorasi migas di Indonesia. Setelah menemukan cadangan migas di Blok Sakakemang pada tahun lalu, Repsol tetap melanjutkan kegiatan eksplorasi di wilayah kerja lain.

“Repsol Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang paling agresif ekplorasi. Untuk investasi besar sekali,” ujar Julius, Selasa, 22 Januari 2020 kemarin.

Repsol berencana memulai kegiatan eksplorasi berupa studi seismik di Papua pada tahun ini. Selain itu, Repsol akan mengebor sumur Rencong 1X Blok Andaman III pada kuartal empat 2020.

Pengeboran sumur Rencong 1X mundur dari jadwal semula pada 2019. Ini lantaran peralatan pengeboran datang terlambat dan Repsol harus mencari mitra terlebih dahulu agar pengembangan Blok Andaman III bisa lebih ekonomis.

Sebelumnya, Repsol merampungkan pengeboran sumur Anggun di Blok East Jabung. Namun, Repsol tidak mendapatkan penemuan cadangan migas alias dry hole.

“Dari sumur Anggun tidak dapat, tidak ekonomis, kecil sekali hanya tanda tanda saja,” ujar Julius.

Repsol baru berhasil mendapatkan cadangan gas dari hasil pengeboran sumur Kaliberau Dalam 2X di Blok Sakakemang yang dimulai pada 20 Agustus 2018. Dari pengeboran tersebut, Repsol berhasil menemukan cadangan gas sebesar 2 triliun kaki kubik (TCF) di Blok Sakakemang.

Saat ini Repsol merampungkan proses deliniasi cadangan migas sambil menunggu sertifikasi cadangan dari Lemigas. Jika sertifikasi dari Lemigas sudah terbit, maka perusahaan asal Spanyol tersebut bisa segera mendapatkan persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/POD).

Repsol hanya mengajukan sertifikasi cadangan sebesar 1 TCF dari potensi cadangan terbukti 2 TCF. Hal tersebut untuk mempercepat persetujuan POD Blok Sakakemang di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sebab, SKK Migas menargetkan Blok Sakakemang bisa berproduksi pada 2021 mendatang.

Jika Repsol ingin mengajukan sertifikasi 2 TCF, maka perusahaan asal Spanyol tersebut harus mengebor terlebih dahulu. Pengeboran diperlukan untuk membuktikan adanya tambahan cadangan.*

Sumber: KataData

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version