Home News Satgas Rehab-Rekon Aceh Kebut Pembersihan Lingkungan Lewat Skema Cash For Work
News

Satgas Rehab-Rekon Aceh Kebut Pembersihan Lingkungan Lewat Skema Cash For Work

Share
Warga bersiap aksi pemulihan pasca bencana lewat Cash for Work. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS .COM –Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) memacu agenda fisik di lapangan usai Hari Raya Idulfitri 1447 H, melalui program pembersihan lingkungan dengan mekanisme padat karya tunai atau cash for work.

Kegiatan tahap pertama di akhir Maret 2026 ini dipusatkan di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Tamiang dengan melibatkan ratusan personel gabungan dan elemen masyarakat setempat.

Di Kabupaten Pidie Jaya, pengerahan tahap pertama melibatkan 375 orang yang terdiri dari personel Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta masyarakat umum. Aksi bersih-bersih difokuskan di Gampong Meunasah Lhok (Kecamatan Meureudu) dan Gampong Meunasah Raya (Kecamatan Meurah Dua) dari tanggal 28 Maret hingga 4 April 2026.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 240 warga lokal telah memulai aksi serupa sejak 27 Maret hingga 2 April 2026. Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi langsung bagi warga.

Kepala Posko Wilayah Aceh, yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa skema Cash for Work dipilih agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui program ini, masyarakat tidak hanya berperan dalam pemulihan wilayahnya, tetapi juga mendapatkan penghasilan instan untuk memenuhi kebutuhan pasca lebaran,” kata Safrizal ZA, Minggu (29/3/2026).

Safrizal menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan distribusi hak para pekerja. Setiap warga yang terlibat akan menerima uang lelah sebesar Rp120.000 dan uang makan sebesar Rp45.000 per hari.

“Prinsip kita adalah transparansi dan efektivitas. Dana ini disalurkan langsung secara tunai kepada masing-masing pekerja di lapangan. Kita ingin semangat gotong-royong ini tetap terjaga, namun hak ekonomi masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk segera dicairkan,” pungkasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak di Aceh kembali pulih dengan standar yang lebih baik (build back better).

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version