Home News Satrio Wiratama Jadi Bayi Panda Pertama yang Lahir di Indonesia       
News

Satrio Wiratama Jadi Bayi Panda Pertama yang Lahir di Indonesia       

Share
Satrio Wiratama Jadi Bayi Panda Pertama yang Lahir di Indonesia .Poto :HIO | cnn indonesia  
Share

POPULARITAS.COM – Bayi giant panda bernama Satrio Wiratama yang lahir di Taman Safari Indonesia akhirnya akan diperkenalkan kepada publik pada akhir Mei 2026. Kehadiran Satrio menjadi pencapaian penting bagi dunia konservasi satwa Indonesia, karena tidak banyak negara berhasil mengembangbiakkan panda hingga melahirkan anak.

Satrio Wiratama yang kini berusia lima bulan muncul perdana di hadapan wartawan dan kreator konten di kawasan konservasi panda Taman Safari Indonesia, Jumat (15/5/2026). Dalam kesempatan itu, bayi panda tersebut menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan tes fungsi tubuh oleh tim ahli satwa.

Setelah dinyatakan sehat, Satrio dijadwalkan mulai bisa disaksikan pengunjung pada 30 Mei 2026. Namun, pihak Taman Safari Indonesia menerapkan pembatasan waktu kunjungan dan protokol ketat demi menjaga kondisi panda tetap nyaman.

Direktur Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau mengatakan, keberhasilan kelahiran Satrio mendapat apresiasi dari pemerintah China. Menurut dia, tidak semua negara yang mendapat hak pemeliharaan panda mampu mencapai tahap reproduksi hingga melahirkan anak.

“Jadi, kalau terkait dengan kelahiran panda ini, pastinya pihak China menanggapi dengan sangat positif,” ujar Aswin Sumampau kepada wartawan, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia menjadi negara ke-13 di dunia yang berhasil mengembangbiakkan giant panda di luar China. Selain itu, Taman Safari Indonesia juga dikenal menerapkan sistem kandang semi terbuka, berbeda dengan sejumlah negara lain yang menggunakan kandang dengan pengaturan suhu menyerupai habitat asli di China.

Nama Satrio sendiri disebut diberikan saat presiden menerima kunjungan salah satu pimpinan parlemen China pada Desember 2025 lalu.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Satwa Taman Safari Indonesia, Bongot Huaso Mulia menyebut, kelahiran Satrio merupakan hasil kerja panjang dan riset mendalam para ahli satwa Indonesia bersama tim internasional.

Menurutnya, panda memiliki masa subur yang sangat singkat sehingga proses pengembangbiakan membutuhkan penanganan khusus, termasuk melalui inseminasi buatan.

“Kesulitannya panda kan cuma sepasang, masa suburnya sebentar sekali. Makanya kita harus melalui riset dan inseminasi buatan, dan ini melibatkan banyak ahli dari negara lain juga,” ungkapnya.

Saat ini, Satrio memiliki berat badan 11,5 kilogram. Pertumbuhannya disebut termasuk sangat cepat dibandingkan bayi panda lain yang lahir di berbagai negara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terbaru, kondisi Satrio dinyatakan sehat dengan perkembangan sensorik yang baik.

“Semua sensorinya berfungsi. Dia bisa melihat, mengenali pintu keluar dan masuk, serta mengenali induknya,” katanya.

Meski nantinya dibuka untuk umum, pengunjung diminta mematuhi aturan ketat selama berada di area panda. Penggunaan lampu flash dan kebisingan berlebih dilarang karena giant panda sangat sensitif terhadap cahaya dan suara.

Satrio merupakan anak dari pasangan giant panda Cai Tao dan Hu Cun yang didatangkan dari China pada 2017.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...

Exit mobile version