POPULARITAS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Samsul Azhar, mengaku telah memerintah Dinas Pekerjaaan Umum setempat untuk melakukan pembersihan lumpur banjir yang tergenang di badan jalan.
Tidak hanya sebatas penggerukan, intansi tersebut juga diperintahkan untuk mengangkut material lumpur dari lokasi pembersihan.
Hal itu disampaikan Samsul Azhar dalam keterangannya kepada popularitas.com, Senin (22/12/2025).
“Sudah beberapa hari lalu saya perintahkan material lumpur untuk diangkut,” katanya.
Bahkan beberapa lokasi, seperti halnya di wilayah Mutiara Timur, material banjir yang sudah dikeruk itu telah mulai diangkut.
“Ada yang ditimbunkan ke lahan umum desa hingga ke RS Abdullah Syafi’i,” ungkapnya.
Dalam upaya pembersihan material banjir bandang itu sebut Sekda, selain Dinas PU, ia juga memerintah Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan hal serupa dalam upaya pemulihan pasca bencana.
“Dinas Lingkungan Hidup juga saya perintahkan untuk melakukan pembersihan material banjir di wilayah-wilayah yang terdampak,” ugkapnya.
Informasi diperoleh popularitas.com, Dinas Lingkungan Pidie, pasca banjir kerap melakukan pembersihan sejumlah wilayah lingkungan. Seperti halnya drainase-drainase yang tertutup material banjir pada 26 November 2025.
Selain itu, Pemerintah Pidie juga bakal melakukan normalisasi sungai yang sudah tertimbun lumpur banjir bandang akhir November itu.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Pidie, beberapa pekan lalu membersihkan material banjir bandang yang mengendap disepanjang badan jalan di Gampong Puuk, Kecamatan Kembang Tanjong.
Hanya saja, lumpur yang dikerok dengan menggunakan satu unit alat berat itu malah ditumpuk di tepi badan jalan tersebut.
Akibatnya, saat hujan tiba, tumpukan lumpur yang “menggunung” itu kembali meluber ke badan jalan hingga membuat ruas jalan menjadi licin disebabkan tergenang lumpur tersebut.
Bahkan tak jarang lumpur menumpuk itu malah luber ke areal perkarangan rumah warga.

Leave a comment