Home News Selain Jalan, Pembangunan Pustu DAK 2025 di Abdya juga Tak Rampung!
News

Selain Jalan, Pembangunan Pustu DAK 2025 di Abdya juga Tak Rampung!

Share
Pembangunan Pustu, Keude Paya, Kecamatan Blangpidie yang masih dalam tahap pekerjaan, Jumat (2/1/2026). Rahmat/Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan. Hingga memasuki awal 2026, sejumlah proyek belum juga rampung meski masa kontrak telah berakhir.

Dari enam paket pembangunan Pustu DAK 2025, baru tiga unit yang berhasil diselesaikan 100 persen dan telah dilakukan Provisional Hand Over (PHO).

Tiga Pustu yang telah selesai itu dan PHO itu,  pembangunan Pustu Keude Siblah, Babah Lhung dan rehab Pustu Cot Jirat di Kecamatan Blangpidie.

Masing-masing itu menghabiskan anggaran hampir Rp 700 juta per unit, dan rehabilitasi Pustu Cot Jirat menghabiskan angggaran Rp 468 juta.

Sementara tiga Pustu lainnya hingga kini masih terbengkalai dan progresnya jauh dari target kontrak.

Tiga proyek yang paling disorot yakni Pustu Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, dan Pustu Jeumpa Barat, Kecamatan Jeumpa, yang dikerjakan oleh CV Aryaguna Harapan. Satu proyek lainnya, Pustu Lhok Gajah, Kecamatan Kuala Batee, dikerjakan oleh CV Cucoe Diraja.

Pustu Keude Paya memiliki nilai kontrak sebesar Rp 690,5 juta, Pustu Jeumpa Barat Rp 692,7 juta, dan Pustu Lhok Gajah Rp 691 juta. Namun hingga melewati batas waktu kontrak, ketiga proyek tersebut belum juga diselesaikan.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, progres pembangunan Pustu Jeumpa Barat baru mencapai sekitar 60 persen.

Angka tersebut dinilai jauh dari target penyelesaian sebagaimana tertuang dalam kontrak kerja.

CV Aryaguna Harapan sendiri tercatat beralamat di Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

“Pustu Jeumpa Barat itu sebelumnya sempat gagal tender, lalu dimenangkan oleh CV Aryaguna Harapan setelah dilakukan tender ulang, makanya itu paling rendah progres,” ujar seorang pejabat di Dinas Kesehatan Abdya yang meminta identitasnya tak disebut.

Mekanisme pembayaran terhadap proyek yang tak rampung itu, dilakukan berdasarkan progres fisik pekerjaan. Rekanan diberikan perpanjangan waktu, disertai sanksi denda keterlambatan.

Namun, keterlambatan penyelesaian proyek-proyek tersebut dinilai berpotensi menghambat peningkatan pelayanan kesehatan dasar, mengingat Pustu merupakan fasilitas kesehatan terdepan bagi masyarakat di tingkat gampong.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Abdya, dr Adi Arulan Munda, membenarkan adanya keterlambatan penyelesaian sejumlah proyek Pustu DAK 2025 tersebut.

“Benar, yang belum selesai itu Pustu Keude Paya, Jeumpa Barat, dan Lhok Gajah. Pembayaran dilakukan sesuai progres, dan kami memberikan tambahan waktu disertai sanksi denda keterlambatan,” ujar dr Adi Arulan Munda kepada Popularitas.com, Jumat (2/1/2026).

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

2 Anggota Bais TNI Lolos dari Pemecatan Kasus Air Keras Kontras

POPULARITAS.COM – Dua anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang menjadi terdakwa...

News

Kemenag Salurkan Rp11,628 Miliar untuk Pemulihan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama menyalurkan bantuan tahap II sebesar Rp11,628 miliar untuk...

News

Aktifitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga di Sejumlah Desa Diarahkan ke Zona Aman

POPULARITAS.COM – Aktifitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami...

EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

Exit mobile version