POPULARITAS.COM – Terik matahari mulai mereda, Senin sore, 2 November 2026. Di ufuk barat, cahaya jingga perlahan merembes di antara gumpalan awan putih, lalu memantul di permukaan Selat Malaka. Angin laut berembus pelan, membawa aroma asin bercampur wangi gorengan dari kios-kios di tepi jalan.
Di Pantai Pelangi, Gampong Blok Bengkel, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, sore seperti ini selalu dinanti.
Di sisi kiri muara, sebuah bangku beton beralas keramik memanjang menghadap ke arah Pendopo Bupati Pidie. Tingginya sekitar 80 sentimeter, lebarnya 50 sentimeter. Di belakangnya, papan nama warna-warni bertuliskan “Pantai Pelangi” berdiri mencolok, menjadi latar foto favorit pengunjung.
Bangku itu sengaja dibangun pemerintah sebagai tempat bersantai. Sore itu, beberapa keluarga duduk berderet di atasnya, memandangi laut yang membentang. Permukaan keramik yang sejak siang dipanggang matahari masih menyisakan hangat, sementara semilir angin laut dan desau dedaunan dari pepohonan sekitar perlahan mengusir penat.
Pandangan mereka sesekali terangkat ke langit, mengikuti matahari yang tenggelam sedikit demi sedikit dan mewarnai cakrawala menjadi jingga, “Pemandangan sore di Pantai Pelangi sangat indah,” kata Lisnawati.
Donat Dua Ribu, Wangi Bakso Bakar
Di kedua sisi jalan, kios-kios bersusun rapi. Sebagian besar terbuat dari seng berkerangka baja, dan banyak di antaranya dikelola anak-anak muda.

Dari balik etalase sederhana, aroma bakso bakar yang diolesi bumbu manis menguar bersama asap tipis dari pemanggang. Minyak mendesis saat kentang goreng dan sosis telur (sostel) dicelupkan ke wajan. Di kios lain, es krim aneka rasa menjadi incaran anak-anak yang kegerahan.
Harganya bersahabat. Donat aneka rasa, misalnya, dijual Rp2.000 per buah. Dengan Rp10 ribu, pembeli bisa membawa pulang enam donat lengkap dengan kemasan plastik.
Odong-odong dan Pasir Kinetik
Di antara deru kendaraan yang melintas perlahan, tawa anak-anak terdengar riang.
Beberapa unit kereta odong-odong berhias lampu warna-warni dan gantungan boneka kecil berputar membawa penumpang ciliknya. Musik riang mengiringi setiap putaran, dan wajah-wajah kecil di dalamnya tampak tak ingin turun.
“Harga sekali naik odong-odong hanya Rp10 ribu. Anak saya setiap kali ke Pantai Pelangi ini maunya naik odong-odong,” ujar Fera.
Tak jauh dari sana, area bermain berpagar plastik dipenuhi anak-anak. Ada yang asyik dengan permainan bergambar, ada pula yang serius menggerakkan ekskavator mainan di atas pasir kinetik yang lembut di sela jari. Tarifnya pun terjangkau.
Bagi orang tua, kedekatan dengan kios jajanan menjadi nilai tambah.
“Kalau anak kami terkadang mau makan, tinggal beli di kios-kios itu yang sesuai dengan anak-anak,” jelas Fera.
Joran di Atas Batu Kuning
Di sisi kiri muara Kota Sigli, batu-batu besar berwarna kuning tersusun saling mengunci. Pemecah ombak yang dibangun pascatsunami itu berada di wilayah Gampong Kuala Pidie. Di dekatnya, beberapa perahu nelayan bersandar usai melaut di Selat Malaka.
Selain menahan ombak, tumpukan batu itu kini menjadi spot favorit para pemancing. Beragam ikan karang menjadi buruan, meski ukurannya tak selalu besar.
Di bawah cahaya yang kian redup, dua pria berpakaian hitam duduk di atas batu sambil menggenggam joran. Mata mereka terpaku pada ujung tongkat pancing, menunggu getaran halus tanda ikan menyambar umpan.
Tiba-tiba salah seorang menghentakkan jorannya. “Aduu,” serunya dari kejauhan.
Mereka berdiri, lalu duduk kembali, memasang umpan baru dengan sabar. Percikan ombak kecil sesekali membasahi batu di bawah kaki mereka.
Roda Skateboard di Bekas Arena PORA
Tak jauh dari pemancingan, suara roda skateboard yang menggerus permukaan beton terdengar berulang-ulang.
Sejumlah remaja tampak lincah meliuk di atas papan beroda, berlatih di arena yang dibangun Pemerintah Kabupaten Pidie pada 2022. Sarana itu didanai hibah Pemerintah Aceh untuk mendukung Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV yang digelar di Pidie pada 10 hingga 22 Desember 2022.
Ajang itu mempertandingkan 35 cabang olahraga, dan tuan rumah Pidie keluar sebagai juara umum dengan 122 medali emas, 76 perak, dan 92 perunggu.
Kini, bekas arena pertandingan itu menjadi ruang berkumpul anak muda. Hampir setiap hari mereka datang, entah untuk berlatih serius atau sekadar bermain bersama teman.
Halaman Depan Kota
Pidie memiliki garis pantai sekitar 42 kilometer yang menghadap Selat Malaka. Di antara pesisir panjang itu, Pantai Pelangi punya keistimewaan tersendiri: letaknya tepat di jantung Kota Sigli, di depan pendopo bupati, menjadikannya semacam halaman depan bagi warga kota.
Di satu kawasan kecil ini, keluarga bisa menikmati senja, anak-anak bermain, pemancing menyalurkan hobi, dan remaja mengasah keterampilan. Semuanya tanpa harus merogoh kocek dalam.
Menjelang magrib, langit jingga perlahan berubah ungu. Lampu-lampu odong-odong makin terang berkelip, para pemancing mulai menggulung senar, dan deretan keluarga satu per satu beranjak dari bangku beton. Pantai Pelangi pun bersiap menyambut sore berikutnya.
Leave a comment