Home Kesehatan Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Pakar Ingatkan Risiko Serius pada Lansia dan Anak
KesehatanNews

Super Flu Terdeteksi di Indonesia, Pakar Ingatkan Risiko Serius pada Lansia dan Anak

Share
Waspadai penyakit saat musim hujan
Ilustrasi orang sakit flu (Pixabay)
Share

POPULARITAS.COM – Virus influenza A varian subclade K, yang populer disebut “super flu”, mulai terdeteksi di Indonesia dan memicu kewaspadaan para ahli kesehatan karena potensi dampaknya pada kelompok rentan.

Data hasil pemeriksaan whole genome sequencing menunjukkan varian ini telah beredar sejak Agustus 2025, dengan total 62 kasus terkonfirmasi hingga Desember 2025 dan satu kasus kematian dilaporkan di RS Hasan Sadikin Bandung.

Apa itu super flu dan mengapa perlu diwaspadai

Menurut Dosen Mikrobiologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), istilah “super flu” bukanlah terminologi ilmiah, melainkan sebutan populer untuk influenza A subclade K yang masih berkerabat dekat dengan virus flu musiman H3N2.

“Secara genetik memang ada perbedaan dengan virus yang sebelumnya bersirkulasi, tetapi sejauh ini belum ada bukti bahwa varian ini lebih ganas atau mampu menghindari kekebalan dari vaksin maupun infeksi sebelumnya,” ujar Tri, seperti dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada, Jumat (9/1/2026).

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan karena influenza H3N2 dikenal dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada lansia dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

Penularan cepat jadi alasan julukan super flu

Dari sisi penularan, dokter spesialis anak konsultan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), menjelaskan bahwa julukan “super flu” muncul karena kemampuan virus ini menyebar dengan cepat.

“Satu orang bisa menularkan ke dua sampai tiga orang di sekitarnya, bahkan mungkin lebih, meskipun belum ada penelitian spesifik soal angka pastinya,” kata Nastiti dalam diskusi daring yang dikutip dari Antara, Minggu (4/1/2026) lalu.

Virus ini menyebar melalui droplet pernapasan dan kontak langsung, terutama di lingkungan padat dan bersuhu dingin, yang mempercepat laju penularan.

Secara klinis, gejala super flu sulit dibedakan dari flu biasa, seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, batuk, pilek, dan rasa lemas. Namun, pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk memastikan jenis variannya, karena identifikasi subclade K hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan genomik di laboratorium rujukan.

Kelompok yang berisiko mengalami keparahan meliputi anak balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, pasien kanker, serta individu dengan sistem imun lemah.

Virus mudah berubah, pencegahan jadi kunci

Prof. Tri menjelaskan bahwa virus influenza membawa materi genetik RNA yang mudah bermutasi, sehingga perubahan kecil dapat melahirkan varian baru yang berpotensi memengaruhi sistem kekebalan manusia.

“Jika perubahan genetiknya signifikan, ada potensi sistem imun menjadi kurang efektif, termasuk kemungkinan penularan yang lebih cepat,” jelasnya. Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling realistis untuk menekan risiko.

Baik Tri maupun Nastiti menegaskan bahwa vaksinasi influenza tahunan tetap dianjurkan, khususnya bagi kelompok rentan. Selain vaksin, langkah sederhana seperti etika batuk, penggunaan masker saat sakit, mencuci tangan secara rutin, istirahat cukup, dan memastikan ventilasi ruangan yang baik masih menjadi benteng utama pencegahan.

“Imunisasi tahunan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan,” ujar Nastiti.

Para ahli menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun juga tidak boleh lengah menghadapi kemunculan varian ini. Dengan pemantauan ketat, disiplin protokol kesehatan, dan perlindungan bagi kelompok rentan, dampak super flu dapat ditekan agar tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih luas.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

Exit mobile version