Home News Taliban Masih Enggan Izinkan Remaja Putri untuk Sekolah
News

Taliban Masih Enggan Izinkan Remaja Putri untuk Sekolah

Share
Gerilyawan Taliban berhasil mengambilalih kota utama Afghanistan di timur, Jalalabad tanpa perlawanan pada hari ini, Minggu (15/8) pagi waktu setempat. (AP/Mohammad Asif Khan).
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintahan Taliban di Afghanistan belum memberikan komitmen kuat mengenai pendidikan bagi perempuan meski internasional mendesak agar semua anak di Afghanistan dapat kembali bersekolah.

Menteri Luar Negeri Khan Muttaqi mengatakan, pemerintah Taliban bergerak dengan hati-hati karena baru berkuasa selama beberapa pekan. Mereka tak bisa diharapkan menyelesaikan reformasi yang tidak dapat dilakukan masyarakat internasional selama 20 tahun.

“Mereka memiliki sumber daya finansial yang banyak dan dukungan dan bantuan internasional yang kuat tapi di saat yang sama kalian meminta kami melakukan semua reformasi dalam dua bulan?” katanya dalam acara Center for Conflict and Humanitarian Studies di Doha Institute for Graduate Studies, Selasa (12/10/2021).

Hampir dua bulan pemerintahan yang didukung internasional ambruk dan pemberontak merebut kekuasaan di Afghanistan. Pemerintahan Taliban menekan negara-negara lain bersedia bekerja sama dengan mereka untuk mencegah krisis ekonomi.

“Masyarakat internasional harus mulai bekerja sama dengan kami,” kata Menteri Khan Muttaqi.

“Dengan itu kami dapat menghentikan kerentanan dan di saat yang sama dengan ini kami dapat terlibat dengan positif dengan dunia,” tambahnya.

Taliban dikritik atas pendekatan mereka pada pendidikan anak-anak perempuan. Taliban belum mengizinkan remaja putri sekolah menengah untuk kembali ke kelas. Baru anak-anak sekolah dasar yang diperbolehkan masuk.

Sementara salah satu keberhasilan selama 20 tahun kehadiran AS di Afghanistan adalah memberikan pendidikan pada anak-anak perempuan di negara itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Taliban melanggar janji dalam menjamin pendidikan perempuan. Ia menambahkan perekonomian tidak akan pulih selama perempuan tidak diizinkan bekerja.

Sementara itu Muttaqi kembali meminta AS mencabut sanksi yang memblokir cadangan bank sentral Afghanistan senilai sembilan miliar dolar AS di luar negeri. Tapi ia mengatakan meski aset itu tetap dibekukan Taliban masih bisa dapat pemasukan dari pajak, tarif cukai dan pertanian.

Islam Emirat adalah nama pemerintahan yang digunakan Taliban. Muttaqi mengatakan tekanan masyarakat internasional pada Taliban mendorong moral ISIS. “Alih-alih menekan dunia harus bekerja sama dengan kami,” katanya.

Sumber: Republika

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Sekapur Sirih dr Zaini Abdullah

POPULARITAS.COM – Kecintaannya kepada tanah kelahirannya, membuat pria bersura bariton ini, tak...

News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Exit mobile version