POPULARITAS.COM – Masa penggunaan dan realisasi kegiatan bersumber APBK Pidie Jaya Tahun Anggaran (TA) 2026 telah memasuki pertengahan kuartal kedua tahun berjalan.
Namun, ironisnya hingga saat ini jangankan pekerjaan fisik yang sudah dimulai, bahkan untuk tahapan proses lelang proyek yang dibiayai APBK 2026 pun belum kunjung dilaksanakan.
Penelusuran popularitas.com pada laman pelelangan Pidie Jaya, hingga Senin 18 Mei 2026, belum ada satupun paket proyek fisikpun yang telah diumumkan alih-alih selesai lelang.
Kondisi tersebut terkesan menunjukkan lemahnya kinerja Pemerintah Pidie Jaya dalam hal penyerapan anggaran TA 2026.
Dihimpun media ini, total rencana belanja daerah Pidie Jaya TA 2026 adalah sebesar Rp 931 miliar. Dari jumlah tersebut realisasinya hanya sekira 185 miliar atau sekitar 19,8 persen.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pidie Jaya, Bahagia saat dikonfirmasi popularitas.com mengakui, hingga 18 Mei atau semester II TA 2026, pihaknya belum melelang satu pun proyek.
alihnya, keterlambatan proses lelang tersebut disebabkan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola kegiatan yang dibiayai APBK hingga saat ini belum kunjung serahkan dokumen tender ke UKPBJ setempat.
Lebih ironisnya lagi, bahkan pihak UKPBJ di bawah kepimpinan Bahagia itu belum juga menyurati SKPK untuk mempercepat penyerahan dokumen tender.
“Secara lisan sudah saya sampaikan. Secara tertulis belum,” aku Kepala UKBPJ Pidie Jaya, Bahagia, Senin (18/5/2026).
Dia juga mengakui, sejatinya waktu normal yang butuhkan untuk menyelesai proses tender sebuah paket adalah sekira satu bulan atau tepatnya 21 hari.
Namun jika terjadi sengketa tender, berupa sanggah, maka tentunya akan memakan waktu yang lebih lama lagi.
Dan pastinya akan berdampak kepada terhadap masa pelaksanaan kegiatan proyek APBK TA 2026.
“Tergantung rekanan bagaimana (apakah bisa diselesaikan pada Desember 2026),” ungkapnya.

Leave a comment