Home News Terdakwa pembunuhan tiga harimau di Aceh Timur didakwa UU konservasi
News

Terdakwa pembunuhan tiga harimau di Aceh Timur didakwa UU konservasi

Share
Terdakwa pembunuhan tiga harimau di Aceh Timur didakwa UU konservasi
Persidangan perkara pembunuhan harimau sumatra di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, Rabu (27/7/2022). ANTARA/Hayaturrahmah
Share

POPULARITAS.COM – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Timur mendakwa dua terdakwa pembunuh  tiga ekor harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) dengan undang-undang (UU) konservasi

Kepala Kejaksaan Aceh Timur Semeru melalui Kepala Seksi Pidana Umum Ivan Najjar Alavi mengatakan dakwaan tersebut sudah dibacakan jaksa penuntut umum pada persidangan di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur.

“Surat dakwaan sudah dibacakan pada persidangan di Pengadilan Negeri Idi, Rabu (27/7). Kedua terdakwa mengikuti persidangan dari Lembaga Pemasyarakatan Idi, Aceh Timur,” kata Ivan Najjar Alavi, dikutip dari laman Antara, Jumat (29/7/2022).

Adapun kedua terdakwa yakni Juda Pasaribu Bin Wabnes Pasaribu, (38) dan Josep Meha bin Pinus Meha (56). Kedua terdakwa berasal dari Saragih Timur, Manduamas, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Sidang dengan majelis hakim diketuai Apriyanti didampingi Zaki Anwar dan Wahyu D Harfan masing-masing sebagai hakim anggota. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdiri Muhammad Iqbal Zakwan, Riki Rosyiwa dan Harry Harfan dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur.

Ivan Najjar Alavi mengatakan kedua terdakwa didakwa membunuh tiga harimau sumatra di Gampong Sri Mulya, Kecamatan Peunarun, Kabupaten Aceh Timur, pada April 2022.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa melanggar Pasal 21 Ayat (2) huruf d jo Pasal 40 Ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Pada sidang tersebut, kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. Sidang dilanjutkan pada Rabu (3/8) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi,” kata Ivan Najjar Alavi. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Tuding demo BEM UI untuk menjarah, Dokter Ayu dipecat dari Klinik First Care

POPULARITAS.COM – Manajemen Klinik First Care, akhirnya memberhentikan dr Ayu Bopha Devi...

News

Aroma kuah kari dan Shalawat Rasul untuk tanah Japakeh yang ingin bangkit

POPULARITAS.COM – Aroma kari menguar lebih dulu, jauh sebelum tenda-tenda itu tampak...

News

Dinilai tak layak, BGN tutup 2 ribu dapur MBG 

POPULARITAS.COM – Sebanyak lebih dari 2.000 dapur MBG di seluruh Indonesia, ditutup...

News

Komunitas pegiat sejarah dan budaya berduka, Piet Rusdi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh meninggal dunia

POPULARITAS.COM – Komunitas pegiat sejarah dan budaya Aceh, Piet Rusdi meninggal dunia....

Exit mobile version