Home Internasional Terobosan China Kulit Elektronik untuk Robot Humanoid, Bisa Merasakan Sentuhan dan Tekstur
InternasionalNews

Terobosan China Kulit Elektronik untuk Robot Humanoid, Bisa Merasakan Sentuhan dan Tekstur

Share
Kulit Elektronik untuk Robot Humanoid, Bisa Merasakan Sentuhan dan Tekstur. Foto : HO | poularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – China kembali berinovasi. Negeri Tirai Bambu kini mengembangkan kulit elektronik (electronic skin) yang memungkinkan robot mirip manusia (humanoid) memiliki kemampuan layaknya indra peraba.

Artinya, dengan teknologi ini, robot tak lagi hanya mengandalkan kamera untuk mengenali objek, tetapi juga dapat merasakan sentuhan, tekanan, suhu, hingga tekstur saat memegang benda.

Kulit elektronik tersebut dikembangkan oleh Institute of Flexible Electronics Technology of THU di Zhejiang, China. Menurut para ilmuwan di sana, salah satu tantangan utama dalam pengembangan robot humanoid adalah minimnya data sentuhan (tactile data) yang bisa digunakan agar robot bisa berinteraksi dengan dunia nyata secara lebih alami. Selama ini, robot humanoid umumnya dilatih menggunakan data visual dari kamera dan data lintasan gerakan (motion trajectory).

Pendekatan tersebut memungkinkan robot mengenali bentuk dan posisi objek, tetapi belum cukup untuk memahami karakteristik fisik suatu benda, seperti tingkat kekerasan, kelembutan, atau permukaannya yang halus maupun kasar.

Akibatnya, robot sering kesulitan menentukan kekuatan genggaman yang tepat. Contohnya, benda rapuh bisa pecah karena digenggam terlalu kuat, sementara benda lain dapat terlepas jika cengkeramannya terlalu lemah.

Nah, untuk mengatasi masalah ini, para peneliti mengembangkan kulit elektronik berbahan fleksibel yang tipis dan elastis sehingga dapat dipasang mengikuti bentuk permukaan tubuh robot, seperti ujung jari dan lengan.

Saat robot menyentuh suatu objek, sensor pada kulit elektronik akan mendeteksi tekanan, suhu, dan tekstur secara real-time. Informasi tersebut kemudian dipadukan dengan algoritma pengendali gaya (force control), sehingga robot dapat menyesuaikan kekuatan genggamannya secara otomatis sesuai kondisi objek yang dipegang.

Menurut pengembangnya, sistem ini mampu merespons perubahan saat robot menyentuh atau menggenggam benda hingga 1.000 kali per detik, sehingga kekuatan genggamannya dapat disesuaikan hampir seketika.

Robot humanoid ini juga dapat menyesuaikan kekuatan genggamannya, mulai dari cukup lembut untuk memegang benda rapuh tanpa merusaknya, hingga cukup kuat untuk mengangkat benda yang lebih berat. Sistem kulit elektronik ini turut dilengkapi mekanisme kompensasi otomatis agar benda tidak mudah tergelincir, serta fitur peringatan dini ketika genggaman robot mulai kehilangan kestabilan.

Tak disebutkan apakah kulit elektronik ini akan dikomersialisasi secara luas untuk pasar robot humanoid dunia atau tidak.

Namun yang jelas, Institute of Flexible Electronics Technology of THU mengatakan bahwa kulit elektronik yang mereka buat saat ini sudah digunakan di pusat pelatihan robot AI milik mereka sendiri.

Fasilitas itu disebut mampu memproduksi dan memasang hingga 1.000 alat gripper (tangan penjepit robot) pintar setiap bulan untuk mendukung pengumpulan data sentuhan dalam skala besar, sebagaimana dilansir dari ChinaDaily.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Menag Lantik Profesor Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry  Definitif

POPULARITAS.COM – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, resmi melantik Prof. Mujiburrahman,...

News

Kunjungan Wisatawan Asing ke Indonesia Alami Penurunan 2,15 Persen

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)...

News

Wapres Gibran Tinjau Lokasi Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Aceh

BANDA ACEH –Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke...

News

Pemkab Pidie Tertibkan Lokasi Kota Mini, PKL Sukarela Bongkar Lapaknya

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Pidie melakukan penertiban keberadaan lapak pedagang kaki lima...

Exit mobile version