Home News Tiga Jurnalis di Banda Aceh Jadi Korban Intimidasi Aparat saat Liputan Demo Tolak Pergub JKA
News

Tiga Jurnalis di Banda Aceh Jadi Korban Intimidasi Aparat saat Liputan Demo Tolak Pergub JKA

Share
Tiga Jurnalis di Banda Aceh Jadi Korban Intimidasi Aparat saat Liputan Demo Tolak Pergub JKA. Poto : Fauzan | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Sejumlah jurnalis di Banda Aceh mengalami intimidasi dan kekerasan oleh aparat keamanan saat meliput aksi demonstrasi penolakan Pergub No. 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh pada Rabu, (13/5/2026).

Koordinator KKJ Aceh, Rino Abonita, mengatakan aparat diduga mengintimidasi wartawan, memaksa menghapus hasil liputan, hingga merampas alat kerja jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan aksi demonstrasi

“Polisi mengintimidasi para jurnalis, memaksa menghapus produk jurnalistik, hingga melakukan perampasan alat kerja,” kata Rino Abonita dalam keterangga tertulis, Kamis (14/5/2026).

KKJ Aceh mencatat sedikitnya tiga jurnalis menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Salah satunya jurnalis CNN Indonesia, Dani Randi, yang mengalami intimidasi saat mencoba menghindari kericuhan di sekitar Kantor Gubernur Aceh.

Saat aparat keamanan mencoba memukul mundur massa dengan meriam air dan gas air mata berbalut represifitas, Dani Randi, berusaha lari menghindar ke ruang bawah tanah gedung serbaguna Balee Meuseuraya Aceh (BMA) di seberang kantor gubernur Aceh.

Dalam kondisi hujan deras, gas air mata yang ditembakkan polisi tampak pekat memenuhi area depan gedung BMA tersebut.

Dani Randi bersiap-siap menulis naskah untuk pantauan aksi lanjutan yang harus segera dikirimkannya ke redaksi. Ia terpaksa menggunakan tablet karena baterai handphone-nya tinggal tiga persen.

Beberapa menit kemudian, sejumlah orang yang diketahui oleh Dani Randi sebagai aparat berpakaian preman tiba-tiba muncul di rubanah (ruang bawah tanah).

Kepolisian saat itu diketahui memang sedang menyebar guna menyisir dan menjaring para demonstran.

Sejumlah warga yang ikut lari ke rubanah saat itu satu persatu ikut digiring ke luar. Empat orang dari aparat berpakaian preman mendatangi Dani Randi, sembari salah satu di antaranya berteriak,

“Ini lagi!”

“Dani menjelaskan bahwa dirinya merupakan jurnalis yang sedang bertugas dan serta-merta menunjukkan kartu identitasnya kepada mereka. Dani sempat ditanyai apa yang dilakukannya di tempat itu, yang dijawab bahwa dirinya sedang mengetik naskah liputan,” ujarnya.

Namun demikian, Roni mengatakan tidak peduli dengan penjelasan Dani.

“Salah satu aparat kemudian mengatakan, “enggak ada, enggak ada, angkut, angkut!”. Disusul oleh salah seorang aparat lainnya yang menunjuk-nunjuk tablet serta handphone milik Dani sembari memerintahkan agar segera merampas alat kerja sang jurnalis,” sambungnya.

Dengan kondisi kacamata yang berair serta mata perih diakibatkan efek gas air mata, Dani agak kesusahan untuk mengenali wajah para aparat keamanan yang mengerubungi serta merampas tablet dan handphone-nya.

Saat itu, seseorang di antara aparat tersebut tiba-tiba menyuruh temannya agar segera mengembalikan alat kerja yang baru saja mereka rampas karena menyadari Dani Randi merupakan jurnalis yang sering melakukan liputan di Polresta Banda Aceh.

Setelah mengembalikan alat kerjanya, salah seorang aparat keamanan kembali memaksa Dani agar menghapus foto dan video yang diambil saat kerusuhan serta menyuruhnya segera enyah dari tempat itu.

“Dani sempat melawan dengan mengatakan, “Kalau saya tidak mau kenapa? Apa urusanmu?” sebelum akhirnya dilerai oleh salah seorang di antara aparat berpakaian preman, yang lantas menyuruh Dani Randi segera keluar dari rubanah BMA,” katanya

Menurut Dani, sebagian sepeda motor yang diparkir di area depan BMA tampak berantakan dan sengaja dirusak. Helm miliknya tampak teronggok di dalam parit, tetapi sepeda motornya masih aman.

Selain Dani, dua jurnalis perempuan dari media nasional dan lokal juga disebut mengalami perlakuan serupa.

Mereka dipaksa oleh aparat agar menghapus foto dan video yang baru mereka ambil.

Salah seorang dari jurnalis tersebut bahkan beberapa kali berusaha dicegat paksa oleh aparat sambil terus memaksa agar segera menghapus foto dan video yang diambil olehnya.

Aparat juga beberapa kali terdengar melontarkan kalimat yang menyatakan bahwa “di tempat itu tidak berlaku pers”.

“Tindakan aparat keamanan terhadap ketiga jurnalis tersebut merupakan pelanggaran yang serius terhadap aturan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, KKJ Aceh mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis

seperti mengintimidasi, memaksa menghapus produk jurnalistik, dan merampas alat kerja, atau aksi-aksi lain yang bertentangan dengan spirit, nilai-nilai, serta prinsip dari kemerdekaan pers

“Aparat keamanan agar menghormati kerja-kerja jurnalistik demi tegaknya kebebasan pers sebagai bagian dari implementasi hak publik untuk mengetahui (rights to know),” katanya.

Rino juga mendesak Kapolda Aceh Irjen Pol  Marzuki Ali Basyah agar menindak aparat yang terlibat dalam intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan saat peliputan aksi penolakan Pergub JKA.

Selain itu, Rino juga meminta kepolisian agar mendata siapa saja aparat keamanan yang terlibat atas tindak kekerasan terhadap jurnalis saat meliput aksi penolakan Pergub JKA. Mngingat peristiwa ini merupakan delik umum yang diatur jelas dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers;

“Siapa pun yang merasa keberatan dengan sebuah produk jurnalistik atau pemberitaan, maka dapat menggunakan mekanisme seperti yang telah diatur di dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yakni dengan menggunakan hak jawab atau hak koreksi,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...

Exit mobile version