“Hari ini kami dari aneuk muda menggugat mengakhiri mogok makan pada pukul 11.33 WIB,” ujar Koordinator Aksi, Ichsan Kelda kepada popularitas.com, Kamis (3/12/2020).
Ia menjelaskan, aksi tersebut terpaksa diakhiri karena salah seorang rekannya bernama Rafly Al-Qausar sudah tumbang dan harus dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA).
“Ini seperti statment kami di awal ‘kami akan melakukan mogok makan sampai kami tumbang’,” tutur Ichsan.
Ia menambahkan, meski aksi tersebut sudah berakhir, pihaknya akan terus mengawal dan melihat sejauh mana keseriusan pemerintah pusat dan pimpinan GAM dalam merealisasikan butir-butir MoU Helsinki.
“Kalau kami merasa belum ada respon atau jika tidak sesuai seperti tuntutan kami, kami dari Aneuk Muda Menggugat akan melakukan aksi kembali. Agar kedua pihak ini serius untuk menyelesaikan poin-poin MoU Helsinki demi kesejahteraan rakyat Aceh,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, satu dari tiga pemuda yang mengatasnamakan Aneuk Muda Menggugat (AMM) tumbang dalam aksi mogok makan di gedung DPR Aceh, Rabu (2/12/2020). Usai tumbang, ia dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Koordinator Aksi, Ichsan Kelda menyebutkan, anggota aksi yang dirawat tersebut bernama Rafly AL Qausar. Ia dirawat di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUDZA Banda Aceh.
“Sekitar 9.15 WIB tadi dibawa, atas nama Rafly AL Qausar. Sementara Syariful Fuad sudah membaik, meski mogok makan masih berlangsung,” ujar Ichsan saat dihubungi popularitas.com, Rabu (2/12/2020).
Ichsan menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil dari pemeriksaan medis terhadap Rafly. Setelah itu, mereka akan menentukan langkah selanjutnya.
“Kami sedang menunggu hasil dari dokter terkait kondisi rekan kami Rafly. Sekarang kami evaluasi kembali melihat teman kami yg masih dalam keadaan dirawat. Insya Allah nanti ada pernyataan sikap dari kami,” ungkap dia. []
Editor: Acal

Leave a comment