Home News Trump Dipindahkan ke Pusat Medis Militer
News

Trump Dipindahkan ke Pusat Medis Militer

Share
Trump Dipindahkan ke Pusat Medis Militer
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan dari Marine One saat ia kembali dari Bedminster, New Jersey, di South Lawn Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Kamis (1/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts/WSJ/cfo (REUTERS/JOSHUA ROBERTS)
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipindahkan ke kamar khusus di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland, selama beberapa hari ke depan, menurut juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany, Jumat (2/10/2020).

Ia mengatakan pemindahan tersebut sebagai langkah antisipasi usai Trump dinyatakan positif Covid-19.

“Presiden Trump tetap bersemangat, memiliki gejala ringan dan bertugas sepanjang hari,” kata McEnany melalui pernyataan.

“Atas rekomendasi ahli medis dan dokternya, Presiden akan bertugas dari kantor kepresidenan di Walter Reed selama beberapa hari ke depan,” lanjutnya.

Dokter mendesak langkah tersebut sehingga Trump dapat segera mendapat perawatan jika diperlukan, menurut pejabat Gedung Putih.

Sumber yang mengetahui kondisi itu mengatakan bahwa Trump mengalami demam ringan.

Sumber: Reuters/ Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version