POPULARITAS.COM – Komite Nobel akhirnya putuskan hadiah nobel perdamaian 2025, diberikan kepada tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Buntut dari anugerah itu, Amerika Serikat menuding komite berpolitik sebab gak berikan penghargaan tersebut kepada Donald Trump.
Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung dalam keterangannya, Sabtu (11/10/2025) mengatakan bahwa, Komite Nonel telah kedepankan politik daripada fakta atas pemberian nobel perdamaian. “Seharusnya Nobel itu milik Trump,” katanya.
Tidak diberikannya Nobel perdamaian untuk Trump, bukti bahwa komite lebih kedepankan politik, bukan didasarkan pada pencapaian perdamaian itu sendiri.
Melalui akun X miliknya, Cheung mengatakan kekalahan Trump meraih Nobel Peace Prize 2025 tak berdasar karena ia menilai orang nomor satu di AS tersebut selama ini telah berupaya keras untuk mewujudkan perdamaian dunia.
“Presiden Trump akan terus membuat kesepakatan damai, mengakhiri perang, dan menyelamatkan nyawa. Dia adalah sosok dengan jiwa kemanusiaan, dan tidak akan pernah ada orang seperti dia yang mampu menggerakkan gunung dengan tekadnya yang kuat,” tulis Cheung.
Menurut Gedung Putih, Trump dinilai memainkan peran penting dalam mendorong kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Israel. Selain itu, Trump juga dipandang berperan penting dalam mengakhiri berbagai konflik global salah satunya konflik antara India dan Pakistan selama sembilan bulan masa jabatannya, termasuk pada masa jabatan sebelumnya.
Trump sendiri diketahui selama ini terang-terangan menyatakan keinginannya, termasuk ketika berpidato di Majelis Umum PBB pada September 2025, untuk mendapatkan Nobel Peace Prize dengan menyatakan ia berjasa penting mengakhiri beberapa konflik global.
Sebagai informasi, Komite Nobel mengumumkan Maria Corina Machado menjadi penerima hadiah Nobel Perdamaian tahun ini karena kerja kerasnya yang tak kenal lelah dalam memperjuangkan hak-hak demokrasi bagi rakyat Venezuela.

Leave a comment