POPULARITAS.COM – Usai keberhasilan penculikan Presiden Nicolas Maduro, Amerika Serikat kembali beri ancaman untuk serang Iran.
Lontaran ancaman itu disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump, Kamis 8 Januari 2026. Katanya, dirinya bisa saja menggunakan dan menyerang Iran dengan sangat keras jika negara itu mulai membunuh para demonstran.
“Saya telah memberi tahu mereka bahwa jika mereka mulai membunuh orang-orang … kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” katanya.
Trump dan pejabat senior AS lainnya baru-baru ini dalam beberapa kesempatan memperingatkan bahwa Washington akan bertindak jika Iran “membunuh pengunjuk rasa damai”.
Pada Rabu (7/1), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran mengecam apa yang disebutnya sebagai pernyataan “intervensionis dan menyesatkan” dari pemerintahan Trump terkait kerusuhan terbaru di negara itu, seraya menyebut pernyataan itu mencerminkan permusuhan Washington yang berkelanjutan terhadap rakyat Iran.
Komentar AS mengenai urusan dalam negeri Iran merupakan bagian dari kebijakan lama berupa tekanan dan campur tangan, alih-alih kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan rakyat Iran, kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan, demikian Xinhua.

Leave a comment