POPULARITAS.COM – USK Banda Aceh diminta, ikut berkontribusi besar perkuat kerja sama tangguh bencana antara Indonesia-Thailand. Permintaan itu disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Thailand Hari Prabowo saat menerima kedatangan Wakil Rektor USK Banda Aceh, Rina Suryani Oktari.
Rina Suryani Oktari sendiri, hadir di Bangkok, Thailand dalam rangka mengikuti kegiatan courtesy visit di Kantor KBRI Bangko jelang Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Disaster Recovery (AIWEST-DR) 2026 yang akan diselenggarakan oleh Chulalongkorn University.
Pada pertemuan dengan Dubes itu, Rina Suryani Oktari, ikut didampingi Kepala Kantor Kemitraan Global USK Prof. Syamsidik, Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK Prof. Muksin, serta para peneliti TDMRC dan Chulalongkorn University.
Kepada Dubes Hari Prabowo, Rina menegaskan komitmennya perkuat kolaborasi internasional, guna membangun kesadaran masyarakat tangguh bencana.
Katanya lagi, pengalaman Aceh dalam menghadapi musibah tsunami 2004, jadi pelajaran penting dalam mengembangkan kesadaran penguatan kapasitas berbagai pihak tangguh bencana.
“USK Banda Aceh punya tanggungjawab moral dan akdemik, untuk berbagai pengalaman dan pengetahuan ke seluruh dunia,” katanya.
Namun begitu, lanjut Rina lagi, masyarakat tangguh bencana itu tidak bisa berdiri sendiri, keterlibatan banyak pihak, kemitraan interansional, penelitian, dan berbagai kerja sama, kunci penting untuk wujudkannya.
Ia juga menjelaskan bahwa AIWEST-DR telah berkembang menjadi wadah internasional untuk mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dalam memperkuat agenda ketangguhan bencana.
“Sejak tahun 2019, AIWEST telah diselenggarakan oleh berbagai universitas terkemuka dunia, mulai dari Tohoku University (2019), University of Sydney (2021), Universitas Gadjah Mada (2023), hingga University College London (2025). Perjalanan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan ketangguhan bencana melalui kemitraan internasional, penelitian lintas disiplin, dan aksi kolektif,” jelasnya.
Duta Besar Hari Prabowo mengapresiasi kontribusi Aceh dan USK dalam pengembangan pengetahuan serta praktik pengurangan risiko bencana. Ia mengenang pengalamannya sebagai diplomat muda saat tsunami Aceh terjadi pada 2004.
“Saya sering mengatakan berdasarkan pengalaman saya selama tsunami Aceh bahwa saat-saat terburuk dapat menghadirkan yang terbaik dari kemanusiaan. Hal itu tercermin dengan sangat jelas melalui solidaritas dan kerja sama yang muncul setelah tsunami Aceh,” ungkapnya.
Menurutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh menjadi salah satu contoh keberhasilan dunia dalam pemulihan pascabencana.
“Kerja sama internasional menjadi kunci. Indonesia dan Thailand sama-sama merupakan negara rawan bencana, sehingga kolaborasi dalam kesiapsiagaan, mitigasi, dan pemulihan bencana menjadi sangat penting,” ujar Hari Prabowo.

Leave a comment