POPULARITAS.COM – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia,Tito Karnavian. Pertemuan itu dilakukan di kediaman dinas Mendagri, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan pada Jumat, (17/5/2025) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Malik Mahmud menekankan bahwa penguatan kelembagaan sangat penting untuk memastikan Lembaga Wali Nanggroe dapat menjalankan mandat konstitusionalnya secara berkelanjutan.
“Kami berdiskusi mengenai pentingnya penguatan sistem kelembagaan dan aspek keuangan, agar Lembaga Wali Nanggroe dapat berfungsi secara mandiri dan berdaya guna dalam menjaga marwah kekhususan Aceh,” kata Malik Mahmud.
Selain itu, Malik Mahmud juga menyoroti pentingnya memperkuat peran Mahkamah Syariah Aceh sebagaimana diamanatkan dalam UUPA, sebagai bagian integral dari sistem keadilan berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Menanggapi hal tersebut, Mendagri Tito Karnavian menyatakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap komitmen Aceh dalam memperkuat tata kelola kelembagaan berdasarkan prinsip kekhususan.
“Pemerintah pusat mendukung setiap upaya yang bertujuan memperkuat implementasi UUPA secara konsisten dan berkeadilan,” kata Tito.
Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting Kementerian Dalam Negeri, antara lain Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni, serta Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan.
Sementara dari pihak Lembaga Wali Nanggroe turut mendampingi Wali Nanggroe yakni Ketua Mahkamah Syariah Aceh, Zulkifli Yus, Staf Khusus M. Raviq, dan Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Abdullah Hasballah.

Leave a comment