Home News Wanita Keadilan Minta Hentikan Fitnah Sodomi ke Anwar Ibrahim
News

Wanita Keadilan Minta Hentikan Fitnah Sodomi ke Anwar Ibrahim

Share
Wanita Keadilan Minta Hentikan Fitnah Sodomi ke Anwar Ibrahim
Pemimpin oposisi Malaysia yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Dato' Sri Anwar Ibrahim dengan didampingi pengacaranya Ramkapal Singh (kiri) melakukan jumpa pers di depan kantor Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Bukit Aman, Kuala Lumpur, Jumat (16/10/2020). Anwar menilai pemeriksaan terkait pernyataan 121 anggota parlemen yang mendukungnya merupakan upaya untuk menekannya pada saat situasi politik Malaysia yang genting. (ANTARA Foto/Agus Setiawan)
Share

POPULARITAS.COM – Ketua Biro Hukum dan Komunitas Wanita Keadilan Fadhlina Siddiq meminta fitnah sodomi terhadap Presiden PKR Dato’ Sri Anwar Ibrahim dihentikan.

“Dato’ Sri Anwar Ibrahim telah dipanggi ke Bukit Aman (PDRM) untuk membantu penyidikan semalam. Apa yang menimbulkan persoalan adalah, mengapa isu sodomi juga dilibatkan sekaligus dalam satu penyidikan,” katanya di Kuala Lumpur, Sabtu (17/10/2020) dilansir Antara.

Sebagai warga negara, ujar dia, kita menjunjung tinggi keluhuran peraturan negara dan kedaulatan undang-undang.

Justru adalah wajar untuk rakyat mempersoalkan keperluan menyeret fitnah sodomi ketika ini.

“Saya yakin dan percaya pihak polisi dan jaksa berusaha segala daya melaksanakan tugas mengikuti legislatif, eksekutif dan kehakiman,” katanya.

Malaysia kini masih bertarung dengan musuh yang tak terlihat seperti COVID-19 dan sedang bergelimang hari demi hari dalam keluar dari kegelapan kancah ekonomi.

“Yang di-Pertuan Agong (raja) telah memberi mandat agar perkara ini diselesaikan dalam kalangan ketua partai,” katanya.

Dia menyeru agar tidak menyebarkan lagi info ke rakyat dengan fitnah sodomi yang memberi implikasi negatif, bukan hanya kepada individu tetapi masyarakat secara keseluruhan.

“Harus berapa banyak kebejatan sosial dan istilah jijik yang dipamerkan hanya karena ingin terus kekal di tampuk kuasa?,” katanya.

Dia menyeru agar tidak membenarkan lagi rakyat dengan fitnah sodomi dan tuduhan liar yang implikasinya bukan saja kepada maruah individu tetapi masyarakat secara keseluruhan.

“Berhujahlah dengan matang dalam ruang demokrasi yang ada. Fokus untuk merawat kesejahteraan hidup dan ekonomi rakyat. Bukan meraih perhatian melalui fitnah sodomi akibat kegagalan memimpin negara,” katanya.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Jenderal Polisi Diduga Terlibat Kasus Penyadapan Presiden, Kapolri Langsung Terbitkan Telegram

POPULARITAS.COM – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) merespons kabar...

News

Banjir di Aceh Selatan Meluas, 794 jiwa terdampak

POPULARITAS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan banjir melanda kawasan Trumon,...

HukumNews

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus Perdagangan WNI Jadi Tentara Rusia, Ada WNA Ukraina

POPULARITAS.COM – Sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus perekrutan warga...

EkonomiNews

Bahlil Buka Peluang Ekspor Listrik asalkan Harga Sesuai

POPULARITAS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan...

Exit mobile version