Home News Warga Keumala Pidie Segel Kantor Keuchik Tuntut Transparansi Dana Desa
News

Warga Keumala Pidie Segel Kantor Keuchik Tuntut Transparansi Dana Desa

Share
Warga Keumala Pidie Segel Kantor Keuchik Tuntut Transparansi Dana Desa. (ist)
Share

POPULARITAS.COM – Masyarakat Gampong Jijiem, Keumala, Kabupaten Pidie, menyegel kantor keuchik setempat, sebagai protes dari dugaan ketidak transparansi pengelolaan dana desa.

Pasalnya, Keuchik Gampong Jijiem dalam melakukan pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) diduga tidak dilakukan secara transparan.

Camat Keumala, saat dikonfirmasi popularitas.com, Fakhruddin membenarkan, kantor keuchik Gampong Jijiem, disegel warga, pada Rabu (24/2/2021) sekira pukul 21.30 WIB.

“Ia benar, bahkan hingga saat ini Kantor Geuchiek Jijiem masih tersegel,” kata Camat Keumala Fakhruddin, Kamis (25/2/2021).

Informasi yang diterima olehnya, penyegelan kantor keuchik itu disebabkan warga yang menuntut keuchik menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dana gampong, yang hingga kini belum disampaikan dalam musyawarah desa.

Bahkan dirinya sudah menanyakan perihal tersebut ke Keuchik Gampong Jijiem itu.

“Kami sudah tanyakan ke keuchiek dan LPJ sedang dalam proses penyusunan,” kata Fakhruddin.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

Exit mobile version