Home Headline Waspada serangan influenza A, ini tanda dan cara mencegahnya
HeadlineKesehatan

Waspada serangan influenza A, ini tanda dan cara mencegahnya

Share
Penularan virus Influenza.
Share

POPULARITAS.COM – Influenza A, saat ini tengah ramai mewabah. Bahkan, berdasarkan catatan Kementrian Kesehatan RI, sejumlah daerah mencatatkan kasus serangan virus tersebut kian naik.

Berdasarkan data Kemenkes, positivity rate influenza melonjak dari 22% menjadi 38% pada pemantauan minggu ke-35, dengan mayoritas temuan didominasi oleh infeksi influenza A.

Kendati demikian, tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada dalam kategori rendah.

Sebagai virus pernapasan yang menular dengan cepat, influenza A kerap memicu berbagai keluhan seperti demam, batuk, sakit kepala, hingga nyeri otot dan sendi.

Berbeda dari flu biasa yang gejalanya relatif ringan, infeksi virus ini dapat muncul secara mendadak dengan intensitas lebih parah serta berisiko memicu komplikasi serius pada kelompok tertentu.

Mengingat influenza A menjadi tipe virus yang paling sering menyebabkan flu musiman di Indonesia, mengenali gejala serta mengetahui langkah penanganan yang tepat menjadi hal yang sangat penting.

Mengenal Influenza

Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza dan menyerang saluran pernapasan. Infeksi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, demam, serta gangguan pernapasan.

Gejala influenza dapat muncul dengan cepat dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang. Tidak semua penderita akan mengalami seluruh gejala yang dapat muncul akibat infeksi influenza.

Saat ini terdapat empat tipe virus influenza, yakni influenza A, B, C, dan D. Dari keempatnya, influenza A dan B merupakan tipe yang paling umum menyebabkan wabah pada manusia.

Di Indonesia, influenza A menjadi tipe virus yang paling sering menyebabkan flu musiman. Sementara itu, influenza C biasanya hanya menyebabkan infeksi ringan dan jarang terdeteksi. Adapun influenza D pada umumnya menginfeksi ternak sapi.

Influenza A dan B sama-sama bersifat musiman dan dapat menimbulkan gejala yang lebih berat. Sebaliknya, infeksi influenza C biasanya tidak menyebabkan gejala berat dan kasusnya cenderung tidak mengikuti pola musiman.

Gejala Influenza A

Salah satu karakteristik influenza adalah gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba. Keluhan yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, sehingga seseorang tidak harus mengalami semua gejala yang berkaitan dengan influenza.

Beberapa gejala yang dapat muncul, meliputi demam, menggigil, nyeri atau pegal pada tubuh, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, lelah atau merasa sangat tidak bertenaga, serta diare atau muntah yang umumnya lebih banyak terjadi pada anak-anak

Batuk akibat influenza umumnya berupa batuk kering. Batuk tersebut juga dapat menjadi cukup berat dan pada beberapa kasus berlangsung selama dua minggu atau lebih.

Sebagian besar orang dapat pulih dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu tanpa membutuhkan perawatan khusus.

Namun, influenza tetap dapat berkembang menjadi kondisi yang berat dan bahkan berakibat fatal, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Perbedaan Influenza A dan Flu Biasa

Influenza A dan flu biasa sama-sama dapat menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan, seperti batuk dan hidung berair. Meski demikian, keduanya berasal dari virus yang berbeda dan dapat menimbulkan tingkat keparahan yang berbeda pula.

Influenza disebabkan oleh virus influenza, sedangkan flu biasa atau common cold dapat disebabkan oleh berbagai virus lain.

Gejala flu biasa umumnya lebih ringan, sedangkan influenza dapat menyebabkan demam, nyeri tubuh, sakit kepala, kelelahan, dan batuk yang lebih berat.

Gejala juga tidak selalu dapat digunakan untuk memastikan jenis infeksi yang dialami. Oleh karena itu, batuk atau hidung berair saja tidak cukup untuk menyimpulkan seseorang terkena influenza A.

Keluhan lain, waktu munculnya gejala, tingkat keparahan, serta kondisi kesehatan seseorang perlu diperhatikan.

Kelompok yang Berisiko Mengalami Komplikasi

Risiko komplikasi influenza tidak sama pada setiap orang. Kelompok tertentu memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami kondisi serius ketika terinfeksi flu musiman.

Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi tersebut meliputi:

  • Ibu hamil.
  • Anak-anak berusia di bawah 59 bulan atau 5 tahun.
  • Lansia berusia 65 tahun ke atas.
  • Orang dengan penyakit kronis, seperti HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan diabetes.
  • Orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus, termasuk tenaga kesehatan.

Kelompok berisiko tinggi yang mengalami gejala influenza perlu lebih cepat menghubungi tenaga kesehatan. Pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan pengobatan antivirus.

Manfaat obat antivirus paling besar apabila pengobatan dimulai dalam dua hari pertama sejak gejala muncul. Penanganan sejak awal menjadi penting untuk membantu menurunkan risiko berkembangnya penyakit menjadi lebih berat pada kelompok tertentu.

Cara Mengatasi Influenza A

Sebagian besar orang yang mengalami influenza dapat menjalani perawatan di rumah. Istirahat yang cukup dan memastikan tubuh memperoleh cairan yang memadai menjadi bagian penting selama masa pemulihan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi gejala influenza A, antara lain:

1. Memperbanyak istirahat

Tubuh membutuhkan waktu dan energi untuk melawan infeksi. Oleh karena itu, penderita influenza dianjurkan memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat selama masa sakit.

Aktivitas dapat dikurangi, terutama ketika tubuh terasa lelah, lemas, atau mengalami demam.

2. Memenuhi kebutuhan cairan

Minum cukup air putih dapat membantu mencegah dehidrasi selama mengalami influenza. Selain air putih, cairan seperti kaldu juga dapat dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Musim pancaroba rentan terkena penyakit, ini sebabnya
Ilustrasi seseorang terpapar flu (ANTARA/Shutterstock/Cat Box)

Asupan cairan juga dapat membantu menjaga kondisi tubuh ketika penderita mengalami demam, muntah, atau diare.

3. Mengatasi demam dan nyeri

Obat seperti acetaminophen atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat digunakan untuk membantu menurunkan demam serta meredakan sakit kepala dan nyeri tubuh. Namun, tidak semua orang dapat menggunakan obat bebas tertentu.

Penggunaan obat sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, termasuk untuk memastikan obat tersebut dapat digunakan bersamaan dengan obat atau suplemen lain.

Aspirin juga tidak boleh diberikan kepada anak di bawah usia 16 tahun, kecuali atas anjuran tenaga kesehatan.

4. Meredakan hidung tersumbat

Dekongestan dalam bentuk semprot atau obat minum, seperti phenylephrine atau pseudoephedrine, dapat digunakan untuk membantu mengatasi hidung berair atau tersumbat.

Penggunaannya tetap perlu memperhatikan petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

5. Meredakan batuk

Obat penekan batuk seperti dextromethorphan dapat membantu mengurangi batuk yang mengganggu.

Sementara itu, ekspektoran seperti guaifenesin dapat membantu mengeluarkan lendir dari paru-paru. Penggunaan obat batuk juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan jenis batuk yang dialami.

6. Menggunakan kompres hangat

Panas dari bantalan pemanas atau botol berisi air panas dapat digunakan untuk membantu meredakan otot yang terasa nyeri.

Penggunaan sumber panas perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan luka bakar pada kulit.

nfluenza dapat menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain. Salah satu jalur penularannya adalah melalui droplet atau partikel pernapasan yang dikeluarkan orang yang terinfeksi ketika batuk atau bersin.

Virus influenza juga dapat berpindah melalui kontak dengan benda atau permukaan yang telah terkontaminasi. Virus kemudian dapat masuk ke tubuh ketika seseorang menyentuh wajah, terutama hidung atau mulut, setelah menyentuh permukaan tersebut.Oleh karena itu, upaya mencegah penularan tidak hanya menjadi tanggung jawab orang yang sehat. Orang yang sedang mengalami influenza juga perlu membatasi kontak dengan orang lain untuk mengurangi kemungkinan menyebarkan virus.

Tetap berada di rumah selama sakit, menjaga kebersihan tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, serta menggunakan masker ketika diperlukan dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Cara Mencegah Penularan Influenza

Pencegahan influenza dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebiasaan menjaga kebersihan juga penting untuk mengurangi kemungkinan virus berpindah dari satu orang ke orang lain.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik atau menggunakan hand sanitizer.
  • Menggunakan masker bagi masyarakat yang sedang sakit.
  • Menerapkan etika batuk dan bersin.
  • Tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.

Vaksin influenza juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mencegah flu musiman. Vaksinasi setahun sekali direkomendasikan bagi pelaku perjalanan dan kelompok berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis.

Namun, vaksin influenza tahunan belum menjadi bagian dari program imunisasi rutin nasional di Indonesia.

Langkah Saat Terkena Influenza A

Ketika mengalami influenza, salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah tetap berada di rumah. Hal ini bertujuan mengurangi kemungkinan penularan kepada orang lain, terutama ketika gejala masih berlangsung.

Penderita juga perlu menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak istirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.

Demam, sakit kepala, nyeri tubuh, hidung tersumbat, serta batuk dapat ditangani sesuai kebutuhan dengan memperhatikan kondisi masing-masing.

Kondisi tubuh perlu terus dipantau selama masa sakit. Apabila gejala semakin memburuk, segera hubungi petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, perhatian terhadap gejala perlu dilakukan sejak awal.

Menghubungi tenaga kesehatan lebih cepat memungkinkan kondisi dan kebutuhan pengobatan, termasuk kemungkinan penggunaan antivirus, dinilai berdasarkan keadaan masing-masing.

Dengan mengenali gejala influenza A, memahami kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi, serta mengetahui cara penanganannya, penderita dapat mengambil langkah yang tepat selama masa sakit.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Warisan permintaan maaf prajurit Jepang kepada rakyat Tiongkok lewat anaknya

POPULARITAS.COM – ”Seandainya ayah saya dapat menceritakan sedikit saja mengenai apa yang...

Headline

KTT BRICS tegaskan Deklarasi New Delhi, berikut poin-poinnya

POPULARITAS.COM – KTT BRICS yang dilangsungkan di India, hasilkan sejumlah komitmen penting....

KesehatanNews

Makanan Jatuh ke Lantai, Eh, Belum Lima Detik, Benarkah Aman Diambil lagi?

POPULARITAS.COM – Makanan yang jatuh ke lantai sering kali langsung diambil kembali....

HeadlineOlahraga

Turki rebut gelar juara EuroVolley 2026 usai kalahkan Italia

POPULARITAS.COM – Tim bola voli putri Turki berhasil kalahkan Italia pada Kejuaraan...

Exit mobile version