Home News WFP Prediksi El Nino Ancam 49 Juta Orang Kelaparan Akut hingga 2027
News

WFP Prediksi El Nino Ancam 49 Juta Orang Kelaparan Akut hingga 2027

Share
Share

POPULARITAS.COM – Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau World Food Programme (WFP) memperingatkan fenomena El Nino yang semakin menguat berpotensi membuat lebih dari 49 juta orang ke dalam kondisi kelaparan akut hingga akhir 2027.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (5/8/2026), WFP mengungkapkan fenomena cuaca yang tengah melanda banyak negara, termasuk Indonesia tersebut diperkirakan akan memperburuk kondisi ketahanan pangan di 45 negara yang saat ini telah berjuang menghadapi krisis kelaparan.

Mengutip Anadolu, Kamis (6/8/2026), berdasarkan analisis terbaru WFP, jumlah penduduk yang mengalami kerawanan pangan akut diperkirakan meningkat dari sekitar 225 juta orang menjadi 274 juta orang akibat dampak El Nino.

“El Nino merupakan ancaman besar bagi ketahanan pangan jutaan orang yang sudah rentan,” kata Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau.

Carl Skau menjelaskan, banjir besar, kekeringan, serta suhu ekstrem yang dipicu El Nino dapat dengan cepat mengubah kondisi masyarakat dari sekadar bertahan hidup menjadi berada dalam situasi krisis. Karena itu, WFP telah memperluas langkah respons dini di delapan negara yang dinilai paling rentan.

WFP menilai, El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada September hingga Desember 2026. Namun, dampaknya diproyeksikan tidak berhenti pada tahun ini atau dengan kata lain masih akan berlanjut sepanjang 2027 karena berpotensi mengganggu musim tanam dan hasil panen.

Wilayah yang diperkirakan mengalami dampak paling besar meliputi Amerika Tengah dan Afrika bagian selatan. Sementara itu, Afrika bagian timur, Asia Selatan, dan Asia Tenggara juga diperkirakan menghadapi dampak signifikan terhadap ketahanan pangan.

Sementara itu, untuk di kawasan Amerika Latin dan Karibia, WFP memperkirakan lebih dari 16 juta orang akan terdampak, menjadikannya salah satu wilayah dengan lonjakan kerawanan pangan paling tajam.

Sementara itu, lebih dari 18 juta orang di Afrika Timur dan Afrika Selatan diperkirakan mengalami penurunan ketahanan pangan.

Selanjutnya di kawasan Asia dan Pasifik, sekitar 8,2 juta orang diperkirakan akan menghadapi kerawanan pangan akut. Sedangkan di Afrika Barat dan Afrika Tengah, tingkat kerawanan pangan diproyeksikan meningkat hingga 12%, yang berdampak pada hampir 6 juta orang tambahan.

Sejak Mei 2026, WFP telah mengaktifkan rencana aksi antisipatif di enam negara, yakni Sudan Selatan, Chad, Mauritania, Uganda, Guatemala, dan El Salvador. Melalui program tersebut, badan PBB itu telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari US$14 juta kepada sekitar 500.000 orang.

WFP menekankan, investasi dalam langkah kesiapsiagaan jauh lebih efisien dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Setiap investasi sebesar US$ 1 untuk kesiapsiagaan, menurut WFP, berpotensi menghemat biaya kerugian dan respons darurat antara US$ 3 hingga US$ 7 pada masa mendatang.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abdullah, mantan Kepala Inspektorat Aceh diduga palsukan dokumen

POPULARITAS.COM – Bekas Kepala Inspektorat Aceh, Abdullah, diduga kuat memalsukan dokumen negara,...

News

Kepulangan Kafilah MTQ Aceh Disambut Jajaran Pejabat Pemerintah Aceh

POPULARITAS.COM — Para kafilah Aceh yang telah mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)...

NewsOlahraga

Pangdam IM Buka Open Tournament Bola Voli Meriahkan HUT Ke-81 TNI

POPULARITAS.COM – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal...

News

Realisasi APBA 2026 hanya 57,9 persen, Ketua DPR Aceh Zulfadhli ingatkan SKPA fokus kejar target demi kepentingan rakyat

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli ingatkan para Kepal Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version