Home Hukum 18 tahun KPK, 1.479 koruptor ditangkap
HukumNews

18 tahun KPK, 1.479 koruptor ditangkap

Share
18 tahun KPK, 1.479 koruptor ditangkap
Ketua KPK RI Firli Bahuri, saat beri sambutan pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), Jumat (9/12/2022) di Jakarta. FOTO : HUMAS KPK RI
Share

POPULARITAS.COM – Sejak lahirnya lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Indonesia pada 2004, hingga November 2022, institusi penegak hukum itu telah menangkap 1.479 koruptor, yang merupakan pejabat pemerintahan, swasta, polisi, duta besar, jaksa, hakim, komisioner, menteri, dan juga korporasi.

Namun, faktanya, saat ini praktek korupsi masih marak terjadi ditanah air. Sebab itu KPK RI berkeyakinan bahwa, untuk wujudkan Indonesia bebas korupsi, penindakan saja belum cukup, dan terbukti efektif.

Hal itu disampaikan Ketua KPK RI Firli Bahuri, saat peringatan Hari Anti Korupsi Sendunia (Hakordia), di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Acara yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin itu, Ketua KPK RI Firli Bahuri juga menegaskan kembali, penindakan yang dilakukan lembaga yang Ia pimpin selama ini, tidak serta merta berhasil turunkan tingkat korupsi.

Dalam paparannya, Firli juga memaparkan sejumlah capaian penting yang diraih KPK, baik dalam pengembalian aset keuangan negara, dan juga hasil survei penilaian integritas (SPI).

Dikatakan Firli lagi, jika pada 2021, KPK berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara senilai Rp46,5 triliun, angka itu naik pada 2022, sebesar Rp57,9 triliun. 

“Ada peningkatan Rp11,4 triliun, capaian 2021 dibandingkan 2022,” sebut Firli.

Sementara, hasil SPI 2021 sendiri, rata-rata nasional sebesar 72,4 persen, angka itu lebih target RPJMN  nasional sebesar 70 persen.

Disisi lain, tambah Firli, indek perilaku antikorupsi pada 2022 mencapai 3,93, dari target 4,06. Angka tersebut naik 0,05 persen dibandingkan 2021 3,88.

Karena itu, melalui peringatan Hakordia tahun 2022 ini, KPK mengajak semua pihak, baik kementrian/lembaga, pemerintah pusat, dan daerah, serta segenap stakeholder lainnya, untuk bersatu berantas korupsi di Indonesia.

Untuk itu, penting bagi kita semua, ujar Firli, menjadikan korupsi adalah musuh bersama kita semua, atau our commoen enemy. Seraya mengutip pertanyaan Albert Einstein, dunia tidak hancur oleh pelaku kejahatan, tetapi dunia hancur oleh mereka yang hanya menonton tanpa melakukan perbuatan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version