POPULARITAS.COM – Delapan siswa di Kenya ditangkap setelah dicurigai menjadi penyebab kebakaran sekolah berasrama putri. Kebakaran tersebut terjadi pada Kamis (28/5/2026) dini hari waktu setempat di Sekolah Menengah Atas Utumishi Girls Academy di Gilgil, Kenya bagian barat-tengah.
Kepolisian Kenya mengatakan korban tewas mencapai 16 siswa serta melukai 79 lainnya. Direktorat Investigasi Kriminal mengatakan pada Jumat (29/5/2026) bahwa penyelidikan awal telah mengidentifikasi delapan orang yang dicurigai terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan serangan pembakaran.
“Kedelapan gadis itu telah ditangkap dan saat ini berada dalam tahanan polisi,” tulis pernyataan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (29/5/2026). Saat ini, kepolisian diketahui masih menyelidiki penyebab kemungkinan terjadinya kebakaran tersebut.
Jurnalis Catherine Soi dari Al Jazeera mengatakan para orang tua siswa telah berada di lokasi sejak pagi hari, Jumat (29/5/2026). “Kami telah berbicara dengan para orang tua yang sudah berada di sini sejak pagi hari. Mereka sangat frustrasi sebelumnya karena tidak ada yang memberikan informasi kepada mereka,” kata Soi.
“Ada orang tua yang mengatakan mereka sama sekali belum melihat anak-anak mereka, kemungkinan itu adalah para siswa yang meninggal, dan ada juga orang tua yang anak-anaknya masih berada di dalam untuk diperiksa,” tambah Soi.
Seorang mahasiswi bernama Hilda Njeri yang berada di salah satu asrama yang paling terdampak kebakaran, mengatakan bahwa ia masih berusaha mengatasi semua dampak yang telah terjadi. “Kaki saya terluka parah, dan punggung bagian bawah saya juga terluka parah,” kata Njeri. “Apinya sangat besar, kami tidak bisa melewati api karena tidak ada air untuk memadamkannya, jadi kami harus melompat melalui jendela,” lanjut Njeri.
Ia juga mengatakan sempat mengalami kesulitan bernapas saat berada di dalam gedung. Kepala sekolah membawa para siswa ke rumah sakit dan membayar semua biaya pengobatan.
Siswa telah berencana membakar bangunan sekolah Dilansir dari CNN, Jumat (29/5/2026), Menteri Pendidikan Kenya, Julius Ogamba, mengatakan kepada wartawan bahwa penyelidikan awal menemukan dua guru sekolah tersebut telah diberitahu tentang rencana yang diduga dilakukan para siswa tersebut, tetapi gagal untuk menghentikannya.
Ogamba menambahkan bahwa sekolah tersebut gagal mematuhi peraturan keselamatan, dengan menyebutkan kepadatan yang berlebihan di asrama dan pintu keluar darurat yang terkunci. Pemerintah Kenya telah membubarkan dewan pengelola sekolah dan akan mengambil tindakan hukum dan disiplin yang sesuai terhadap setiap staf yang terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.
Kebakaran sekolah pada Kamis ini menyusul kebakaran-kebakaran lain di Kenya. Pada 2024, kebakaran di sebuah sekolah berasrama dasar di Kabupaten Nyeri menewaskan 21 siswa. Pada 2001, 67 siswa laki-laki di Sekolah Menengah Kyanguli tewas dalam serangan pembakaran.









Leave a comment