Home Headline AHY Minta Pemerintah Panggil Dubes Perancis Terkait Kartun Nabi Muhammad
HeadlineNewsPolitik

AHY Minta Pemerintah Panggil Dubes Perancis Terkait Kartun Nabi Muhammad

Share
Naik Private Jet, AHY berkunjung ke Aceh 19-20 April 2022
Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Agus Harimukti Yudhoyono (AHY). Foto by pikiran rakyat
Share

POPULARITAS.COM – Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) meminta pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memanggil Duta Besar (Dubes) Perancis.

Permintaan pemanggila Dubes Perancis oleh PD untuk membahas persoalan yang terjadi di negara tersebut. Terkait dengan kontroversi ada salah satu media di sana memuat kartun Nabi Muhammad SAW.

“Masyarakat Perancis dengan demokrasi yang mapan (harusnya) tentu paham, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai kartun bisa melukai umat Islam dunia,” kata AHY, Jumat (30/10/2020) melalui siaran pers.

Menurutnya, kebebasan dalam demokrasi harus didasari pada toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman, termasuk dalam konteks agama. Sayang, hal semacam itu seolah dibiarkan berulang-ulang

terjadi.

“Untuk itu, mewakili Partai Demokrat, saya mendorong dan mendukung pemerintah RI untuk bersikap tegas. Pemanggilan Dubes Perancis oleh Kemlu_RI harus pastikan pesan Indonesia benar-benar didengar,” kata AHY.

AHY ingatkan jangan membiarkan kontroversi ini berlarut-larut dan timbulkan hal-hal tidak produktif di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia, sebutnya, Indonesia punya tanggung jawab moral untuk suarakan aspirasi muslim dunia.

“Saya juga mengajak umat Islam untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Mari kita buktikan, Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, membawa rahmat dan pesan damai bagi dunia,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD), Kautsar M Yus mengatakan, kebebasan bukan berarti harus melukai yang lain, kebebasan bukan kemudian orang kulit putih boleh mengejek orang kulit hitam, memperolok kepercayaan dan keyakinan orang lain, atau mendiskreditkan satu dan yang lain.

“Kebebasan yang dipergunakan di Perancis sudah menyulut tindakan terorisme dan kekerasan di seluruh dunia dalam hal ini negara Perancis ikut mensponsori ketidaknyamanan global,” ungkap putra asli Aceh.[]

Editor: Acal

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Anggaran jumbo di Dinas PU Pidie jalan ditempat

POPULARITAS.COM – Dinas PU Pidie, di tahun anggaran 2026, miliki pagu Rp91...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version