Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Air Terjun Tangga Seribu, sekeping surga tersembunyi di Aceh Selatan
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehFeatureHeadline

Air Terjun Tangga Seribu, sekeping surga tersembunyi di Aceh Selatan

Share
Air Terjun Tangga Seribu di Trumon, Aceh Selatan. FOTO : popularitas.com/Rahmat Saputra
Share

POPULARITAS.COM – Satu dari banyak destinasi wisata di Aceh Selatan, yakni Air Terjun Tangga Seribu. Letaknya di Desa Ie Jeureneuh, Trumon. Butuh effort untuk mencapai lokasi ini. Tapi, setibanya di tempat ini, sensasi segar dingin dan dan udara kaya oksigen dari hutan-hutan alami dengan cepat memompa aliran darah ke jantung.

popularitas.com, mencoba jelajah ke lokasi ini. Menggunakan motor trail, lewati jalan berbatu dan licin. Butuh skil khusus saat saat mengendarai sepeda motor.

Jalan setapak dengan pepohonan rindang, menemani hampor sepanjang perjalanan. Rimbun hutan dan semak belukar, seolah menutup rahasia jalan menuju lokasi Air Terjun Tangga Seribu.

Butuh dua jam perjalanan naik motor trail. Lelah badan, namun terbayar dengan pesona keindahan Air Terjun Tangga Seribu. Kami pun tiba dilokasi yang tersembunyi di tengah hutan tropis yang masih perawan tersebut.

Tidak semua orang bisa kesini, bahkan, warga lokal pun mencapai tempat ini bukan perkara mudah. Satu-satunya akses hanya menggunakan motor trail atau berjalan kaki.

Motor off-road menjadi kendaraan paling ideal, sementara bagi yang memilih berjalan kaki, perjalanan berbatu sepanjang hampir dua jam siap menguji ketahanan.

Namun semua rasa letih itu seketika luruh ketika gemericik air terdengar dari kejauhan.  Di hadapan wisatawan, tampak sebuah air terjun bertingkat dengan aliran jernih yang meluncur dari batuan raksasa. Setiap tebingnya terlihat seperti anak tangga raksasa, dari sinilah nama Tangga Seribu berasal.

Air yang mengalir berasal dari mata air pegunungan, cahaya matahari yang menerobos kanopi dedaunan menari lembut di atas permukaan air, menciptakan kilau alami yang menenangkan mata. 

Setiap sudut menghadirkan komposisi visual yang nyaris sempurna, perpaduan warna hijau hutan, beningnya air, dan bias cahaya yang menciptakan atmosfer yang terasa lain dari biasanya.  Tak heran bila spot ini kerap menjadi ‘perangkap’ bahagia bagi para pencinta swafoto. 

Ada sesuatu yang membuat setiap jepretan terasa istimewa, seolah alam sengaja membangun panggungnya sendiri untuk siapa pun yang ingin mengabadikan momen.

Tak sedikit para penjelajah alam Aceh Selatan mengaku terpesona pada pandangan pertama. 

Sensasinya bukan hanya tentang air yang segar, tetapi juga tentang suasana yang sulit digambarkan, sepi namun hidup, sederhana namun memikat. 

Air Terjun Tangga Seribu bukan hanya tentang keindahan, ia adalah pengalaman.  Sebuah perjalanan singkat menjauh dari hiruk pikuk, masuk ke ruang hening yang menyembuhkan. 

Sebuah tempat yang membuat setiap pengunjung pulang dengan cerita, atau setidaknya, dengan hati yang lebih lapang.

Kecantikan Tangga Seribu tak kalah dibanding dua destinasi populer Aceh Selatan, Air Terjun Tingkat 7 di Batu Itam dan Air Dingin di Samadua. 

Namun air terjun ini memiliki sesuatu yang berbeda, pesona kealamiannya yang masih begitu terjaga.

Air Terjun Tangga Seribu di Aceh Selatan, pesona wisata tersembunyi di hutan perawanPOPULARITAS.COM - Satu dari banyak destinasi wisata di Aceh Selatan, yakni Air Terjun Tangga Seribu. Letaknya di Desa Ie Jeureneuh, Trumon. Butuh effort untuk mencapai lokasi ini. Tapi, setibanya di tempat ini, sensasi segar dingin dan dan udara kaya oksigen dari hutan-hutan alami dengan cepat memompa aliran darah ke jantung.

popularitas.com, mencoba jelajah ke lokasi ini. Menggunakan motor trail, lewati jalan berbatu dan licin. Butuh skil khusus saat saat mengendarai sepeda motor.

Jalan setapak dengan pepohonan rindang, menemani hampor sepanjang perjalanan. Rimbun hutan dan semak belukar, seolah menutup rahasia jalan menuju lokasi Air Terjun Tangga Seribu.

Butuh dua jam perjalanan naik motor trail. Lelah badan, namun terbayar dengan pesona keindahan Air Terjun Tangga Seribu. Kami pun tiba dilokasi yang tersembunyi di tengah hutan tropis yang masih perawan tersebut.

Tidak semua orang bisa kesini, bahkan, warga lokal pun mencapai tempat ini bukan perkara mudah. Satu-satunya akses hanya menggunakan motor trail atau berjalan kaki.

Motor off-road menjadi kendaraan paling ideal, sementara bagi yang memilih berjalan kaki, perjalanan berbatu sepanjang hampir dua jam siap menguji ketahanan.

Namun semua rasa letih itu seketika luruh ketika gemericik air terdengar dari kejauhan. 

Di hadapan wisatawan, tampak sebuah air terjun bertingkat dengan aliran jernih yang meluncur dari batuan raksasa. Setiap tebingnya terlihat seperti anak tangga raksasa, dari sinilah nama Tangga Seribu berasal.

Air yang mengalir berasal dari mata air pegunungan.

Cahaya matahari yang menerobos kanopi dedaunan menari lembut di atas permukaan air, menciptakan kilau alami yang menenangkan mata. 

Setiap sudut menghadirkan komposisi visual yang nyaris sempurna, perpaduan warna hijau hutan, beningnya air, dan bias cahaya yang menciptakan atmosfer yang terasa lain dari biasanya. 

Tak heran bila spot ini kerap menjadi 'perangkap' bahagia bagi para pencinta swafoto. 

Ada sesuatu yang membuat setiap jepretan terasa istimewa, seolah alam sengaja membangun panggungnya sendiri untuk siapa pun yang ingin mengabadikan momen.

Tak sedikit para penjelajah alam Aceh Selatan mengaku terpesona pada pandangan pertama. 

Sensasinya bukan hanya tentang air yang segar, tetapi juga tentang suasana yang sulit digambarkan, sepi namun hidup, sederhana namun memikat. 

Air Terjun Tangga Seribu bukan hanya tentang keindahan, ia adalah pengalaman. 

Sebuah perjalanan singkat menjauh dari hiruk pikuk, masuk ke ruang hening yang menyembuhkan. 

Sebuah tempat yang membuat setiap pengunjung pulang dengan cerita, atau setidaknya, dengan hati yang lebih lapang.

Kecantikan Tangga Seribu tak kalah dibanding dua destinasi populer Aceh Selatan, Air Terjun Tingkat 7 di Batu Itam dan Air Dingin di Samadua. 

Namun air terjun ini memiliki sesuatu yang berbeda, pesona kealamiannya yang masih begitu terjaga.

Tak ada keramaian berlebih, tak ada bangunan yang merusak pandangan, hanya suara air jatuh, pepohonan yang memayungi, dan kesunyian hutan yang menyambut.

Bagi banyak pengunjung, inilah nilai tambah, wisata Tangga Seribu. Ia seperti permata yang belum digarap, menyimpan potensi besar untuk menjadi ikon wisata pegunungan Aceh Selatan.

 “Kalau aksesnya ditata dan fasilitasnya dibangun, saya yakin tempat ini bisa jadi primadona baru,” begitu kira-kira harapan yang sering disampaikan para pencinta alam yang pernah datang ke sini.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Hingga kini, fasilitas wisata di lokasi masih sangat minim. Tak tersedia warung, tempat istirahat, hingga jalur khusus yang memudahkan wisatawan menjangkau spot utama. 

Kondisi ini membuat Tangga Seribu tetap tampil murni, namun di sisi lain menjadi tantangan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahannya dengan lebih nyaman.

Setiap pengunjung harus membawa perbekalan sendiri, air minum, makanan, dan perlengkapan pribadi, sebelum memulai perjalanan masuk ke hutan.

Mungkin, justru kesederhanaan itulah yang membuat Air Terjun Tangga Seribu begitu memikat. 

Keaslian alamnya masih terjaga, suara burung bersahut-sahutan, dan gemuruh air yang jatuh dari bebatuan menciptakan ketenangan yang sulit ditemui di tempat lain.

Di balik medan yang sulit dan perjalanan yang panjang, Tangga Seribu hadir sebagai hadiah, bagi siapa saja yang rindu pada alam yang benar-benar murni. 

Sebuah surga kecil yang menunggu disentuh dengan bijak, agar keindahannya tetap abadi.
Air Terjun Tangga Seribu di Trumon, Aceh Selatan. FOTO : popularitas.com/Rahmat Saputra

Tak ada keramaian berlebih, tak ada bangunan yang merusak pandangan, hanya suara air jatuh, pepohonan yang memayungi, dan kesunyian hutan yang menyambut.

Bagi banyak pengunjung, inilah nilai tambah, wisata Tangga Seribu. Ia seperti permata yang belum digarap, menyimpan potensi besar untuk menjadi ikon wisata pegunungan Aceh Selatan.

 “Kalau aksesnya ditata dan fasilitasnya dibangun, saya yakin tempat ini bisa jadi primadona baru,” begitu kira-kira harapan yang sering disampaikan para pencinta alam yang pernah datang ke sini.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Hingga kini, fasilitas wisata di lokasi masih sangat minim. Tak tersedia warung, tempat istirahat, hingga jalur khusus yang memudahkan wisatawan menjangkau spot utama. 

Kondisi ini membuat Tangga Seribu tetap tampil murni, namun di sisi lain menjadi tantangan bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahannya dengan lebih nyaman.

Setiap pengunjung harus membawa perbekalan sendiri, air minum, makanan, dan perlengkapan pribadi, sebelum memulai perjalanan masuk ke hutan.

Mungkin, justru kesederhanaan itulah yang membuat Air Terjun Tangga Seribu begitu memikat. 

Keaslian alamnya masih terjaga, suara burung bersahut-sahutan, dan gemuruh air yang jatuh dari bebatuan menciptakan ketenangan yang sulit ditemui di tempat lain.

Di balik medan yang sulit dan perjalanan yang panjang, Tangga Seribu hadir sebagai hadiah, bagi siapa saja yang rindu pada alam yang benar-benar murni.  Sebuah surga kecil yang menunggu disentuh dengan bijak, agar keindahannya tetap abadi.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Anggaran jumbo di Dinas PU Pidie jalan ditempat

POPULARITAS.COM – Dinas PU Pidie, di tahun anggaran 2026, miliki pagu Rp91...

HeadlineSepakbola

Drama adu penalti, PSG Kampiun Liga Champions 2025/2026

POPULARITAS.COM – Laga final Liga Champions 2025/2026, berlangsung dramatis. Pertandingan yang digelar...

FeatureHeadline

Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF

POPULARITAS.COM – Momen merayakan lebaran iduladha bersama keluarga, tentu impian dan keinginan...

FeatureHeadline

Sisi lain Abang Samalanga : Antara politisi dan pecinta kucing

POPULARITAS.COM – Tak banyak yang tahu, selain politisi dan dipercaya sebagai pemimpin...

Exit mobile version