Home Kesehatan Apakah Ada Risiko Makan Pepaya di Malam Hari ?
KesehatanNews

Apakah Ada Risiko Makan Pepaya di Malam Hari ?

Share
Buah Pepaya. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pepaya adalah buah tropis yang kaya akan vitamin C, serat, dan antioksidan. Selain menyegarkan, buah ini mengandung enzim khas bernama papain yang berfungsi memecah protein serta mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Meski memiliki segudang manfaat, muncul pertanyaan di masyarakat mengenai keamanan mengonsumsi pepaya di malam hari sebelum tidur.

Pakar Nutrisi Klinis dari Amrita Hospital Faridabad, Charu Dua, menjelaskan bahwa secara ilmiah tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa mengonsumsi pepaya di malam hari berbahaya maupun memberikan manfaat khusus dibandingkan dikonsumsi pada siang hari.

“Berdasarkan bukti yang ada, tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa makan pepaya di malam hari berbahaya bagi orang dewasa yang sehat,” ungkap Charu Dua, dilansir dari Times of India.

Namun, Charu Dua menambahkan, manfaat atau efek samping makan pepaya di malam hari sangat tergantung pada kondisi pencernaan masing-masing individu.

“Jika Anda menoleransi pepaya dengan baik dan tidak memiliki masalah pencernaan, porsi kecil sebelum tidur kemungkinan besar baik-baik saja. Namun jika Anda mengalami gerd, kembung, atau asam lambung, mungkin lebih baik makan pepaya di waktu lebih awal,” tutur Charu Dua.

Mengonsumsi pepaya matang dalam porsi sedang, sekitar satu mangkuk kecil atau 100 hingga 150 gram, umumnya aman bagi orang sehat. Namun, ada beberapa hal yang wajib diwaspadai, terutama terkait tingkat kematangan buah.

Pepaya yang masih mentah atau setengah matang mengandung getah (papaya latex) dan konsentrasi enzim papain yang tinggi. Kandungan ini berpotensi mengiritasi kerongkongan (esofagus) serta saluran pencernaan.

Bagi pemilik pencernaan sensitif, makan pepaya di malam hari atau sesaat sebelum berbaring dapat memicu gejala kembung, gas, hingga asam lambung naik.

Selain itu, kelompok tertentu disarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi pepaya, yaitu:

Ibu hamil, pepaya mentah sangat tidak aman bagi wanita hamil karena enzim papain berisiko meracuni janin atau memicu cacat lahir.

Penderita alergi lateks, orang yang memiliki alergi terhadap lateks berisiko mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi pepaya.

6 manfaat pepaya bagi kesehatan

Dilansir dari Health, terlepas dari waktu konsumsinya, pepaya merupakan buah bernutrisi tinggi yang menyimpan berbagai kebaikan bagi tubuh:

1.Meningkatkan daya tahan tubuh

Satu cangkir pepaya mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan harian vitamin C tubuh. Vitamin C berperan penting mendukung sistem kekebalan, membantu melawan infeksi, mempercepat penyembuhan luka, serta mengurangi durasi dan keparahan gejala flu.

2.Melancarkan pencernaan dan kesehatan usus

Buah pepaya terdiri dari 88 persen air dan kaya akan serat. Kombinasi serat dan air ini membantu melancarkan pergerakan usus, menambah volume tinja, serta mencegah penyakit wasir (hemoroid) dan divertikular. Serat juga berkontribusi menjaga kadar gula darah dan kolesterol tetap stabil.

3.Menjaga kesehatan mata

Pepaya mengandung beta-karoten bioavailabilitas tiga kali lebih tinggi dibandingkan wortel dan tomat. Beta-karoten dan vitamin A pada pepaya berfungsi melindungi kesehatan mata dan memperlambat degenerasi makula terkait usia.

4.Memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi

Antioksidan dalam pepaya bekerja melawan radikal bebas akibat paparan sinar Matahari dan polusi. Kandungan ini membantu mencegah stres oksidatif yang menjadi pemicu peradangan, penuaan dini, dan penyakit kronis.

5.Berpotensi mencegah kanker dan meningkatkan kesehatan jantung

Pepaya kaya akan likopen, yaitu pigmen karotenoid pemberi warna merah yang memiliki sifat antikanker. Riset menunjukkan likopen dapat menekan risiko kanker dan memperlambat pertumbuhan tumor. Selain itu, likopen dan serat pada pepaya membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta stroke.

6.Mengurangi stres oksidatif pada otak

Stres oksidatif diketahui berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer. Penelitian menunjukkan bahwa bubuk pepaya terfermentasi berpotensi memperlambat perkembangan Alzheimer, meski penelitian lebih lanjut terhadap buah pepaya utuh masih terus dikembangkan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dua Atlet Menembak Aceh Berlaga di Asian Games 2026

POPULARITAS.COM— Dua atlet olahraga menembak Aceh akan berlaga di ajang internasional. Dua...

HeadlineKesehatan

Waspada serangan influenza A, ini tanda dan cara mencegahnya

POPULARITAS.COM – Influenza A, saat ini tengah ramai mewabah. Bahkan, berdasarkan catatan...

News

Direksi Bank Aceh silaturahmi ke Polda, Fadhil Ilyas : pererat hubungan kelembagaan

POPULARITAS.COM – Jajaran Direksi PT Bank Aceh Syariah, kunjungan silaturahmi ke Polda...

News

Jubir Kemenlu Terima Chat WhatsApp WNI Diduga Gabung Militer Rusia  

POPULARITAS.COM – Polemik isu warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi personel militer...

Exit mobile version