POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, merangkap jabatan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sudah dijabatnya.
Pengangkatan Bahlil dalam posisi barunya itu didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104/P/2026. “Keppres Nomor 104/P/2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029,” ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti saat membacakan keputusan presiden.
“Mengangkat sebagai menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih dalam sisa jabatan 2024-2029. Satu, Bahlil Lahadalia sebagai Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi,” imbuh dia.
Setelah keppres dibacakan, Bahlil beserta para menteri dan pejabat lainnya membacakan sumpah jabatan dipandu oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum mendapatkan jabatan sebagai menteri koordinator, Bahlil telah lebih dahulu menjadi Menteri ESDM sejak Agustus 2024. Ia sebelumnya juga memiliki pengalaman sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Penugasan baru tersebut membuat Bahlil tetap menangani sektor energi sekaligus mendapatkan tugas koordinasi yang berkaitan dengan hilirisasi dan transisi energi.
Sebelumnya, pemerintah juga menempatkan percepatan hilirisasi sebagai salah satu agenda strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Melansir laman Kementerian ESDM, Bahlil Lahadalia lahir di Kepulauan Banda, Maluku, pada 7 Agustus 1976. Sebelum masuk pemerintahan, ia dikenal sebagai pengusaha dan pernah aktif dalam organisasi pengusaha muda.
Kariernya di dunia usaha kemudian membawanya ke organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Bahlil pernah menjabat sebagai Ketua Umum BPP HIPMI sebelum masuk ke pemerintahan.
Pada 1 Oktober 2026, Bahlil mendapatkan penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Dalam jabatan tersebut, Bahlil tetap merangkap sebagai Menteri ESDM. Laporan mengenai pelantikan tersebut menyebut Bahlil resmi dilantik Presiden Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026. Penempatan Bahlil di posisi tersebut membuat urusan hilirisasi dan transisi energi berada dalam satu lingkup koordinasi dengan sektor energi yang selama ini menjadi tanggung jawabnya sebagai Menteri ESDM.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menekankan percepatan hilirisasi sebagai agenda strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat investasi, serta memberikan manfaat ekonomi lebih besar di dalam negeri.







Leave a comment