POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memproyeksikan belanja daerah dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2027 mencapai Rp954,06 miliar.
Angka tersebut lebih tinggi Rp 87,49 miliar dibandingkan pendapatan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 866,58 miliar.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, dalam Rapat Paripurna DPRK Abdya, Rabu (12/8/2026).
Rapat itu mengagendakan pembukaan pembahasan dan penyerahan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027, Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, serta penyampaian laporan hasil Reses II DPRK Abdya 2026.
Dalam rancangan KUA-PPAS 2027, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp866.577.207.709. Sementara belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp954.064.291.185.
Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut mencapai Rp87.487.083.476. Kekurangan anggaran itu direncanakan ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2026.
“Pembiayaan netto Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2027 direncanakan sebesar Rp87.487.083.476,” kata Zaman Akli dalam rapat paripurna tersebut.
Rancangan KUA-PPAS 2027 tersebut masih menjadi kerangka awal pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Abdya dan DPRK. Dokumen itu selanjutnya menjadi salah satu dasar dalam penyusunan Rancangan APBK Abdya Tahun Anggaran 2027.
Selain rancangan anggaran 2027, pemerintah daerah juga menyampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026.
Dalam rancangan perubahan tersebut, belanja daerah Abdya diproyeksikan meningkat Rp71,11 miliar, dari sebelumnya Rp995,04 miliar menjadi sekitar Rp1,066 triliun.
Kenaikan juga terjadi pada sisi pendapatan daerah. Pemerintah daerah memproyeksikan pendapatan meningkat Rp34,19 miliar, dari Rp904,92 miliar menjadi Rp939,11 miliar.
Sementara penerimaan pembiayaan diproyeksikan naik Rp36,92 miliar, dari Rp91,12 miliar menjadi Rp128,04 miliar.
Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp1 miliar, pembiayaan netto dalam perubahan anggaran 2026 mencapai Rp127,04 miliar.
Empat Prioritas Pembangunan
Zaman Akli mengatakan penyusunan anggaran 2027 diarahkan untuk mendukung sejumlah agenda pembangunan daerah.
Pemerintah daerah menetapkan empat prioritas pembangunan, yakni peningkatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkualitas dan berkeadilan.
Keempat prioritas tersebut menjadi arah dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah 2027, yang selanjutnya akan dibahas bersama DPRK Abdya dalam tahapan pembahasan KUA-PPAS


Leave a comment