Home News BKSDA Aceh Tingkatkan Deteksi Dini Serangan Virus Terhadap Anak Gajah
News

BKSDA Aceh Tingkatkan Deteksi Dini Serangan Virus Terhadap Anak Gajah

Share
DOK. Anak gajah di PLG Saree Aceh Besar. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memperkuat deteksi dini serangan elephant endotheliotropic gerpesvirus (EEHV), virus mematikan yang rentan menyerang anak gajah.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, mengatakan penguatan deteksi dini tersebut menyusul kematian  seekor anak gajah bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar.

“Kami memperkuat deteksi dini serangan EEHV terhadap anak gajah. Deteksi dini ini sebagai upaya pencegahan karena virus tersebut rentan menyerang anak gajah seperti dialami Yuna,” katanya mengutip Antara, Kamis (13/8/2026).

Sebelumnya, Yuna, gajah anakan betina berusia di bawah tiga tahun dari induk gajah bernama Suci dinyatakan  meninggal pada Selasa (11/8/2026) malam.

Berdasarkan diagnosa awal medis, kata dia, kematian Yuna diduga kuat akibat serangan EEHV, jenis virus mematikan yang rentan menyerang anak gajah. Kondisi kesehatan Yuna memburuk dalam waktu  cepat.

EEHV merupakan virus herpes khusus menginfeksi gajah, terutama anak gajah berumur di bawah 14 tahun. Virus ini merusak lapisan dalam pembuluh darah.

Kondisi ini menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam yang memicu syok fatal serta kematian mendadak dalam kurun waktu hingga 48 jam, dengan tingkat kematian mencapai 80 persen.

“Penularan EEHV dapat terjadi melalui sekresi belalai, air liur, maupun feses. Kasus serupa pernah menginfeksi anak gajah Intan, berusia empat tahun tiga bulan di CRU Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, pada 2021,” katanya.

Ujang Wisnu Barata menyebutkan Yuna terpantau aktif beraktivitas seperti biasa pada Selasa (11/8/2026) pagi. Kondisi tidak biasa terlihat pada sorenya sekira pukul 16.00 WIB.

Saat itu, mahout (pawang gajah) mendapati Yuna dalam keadaan lemas, mata bengkak dan merah, wajah membengkak, serta lidah pucat membiru, kata Ujang Wisnu Barata.

Tim dokter hewan BKSDA Aceh dibantu mahout memberikan tindakan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin. Namun, kondisi kesehatan Yuna terus menurun secara drastis hingga terjatuh lemas dan nyawanya tidak tertolong pada pukul 20.48 WIB.

“Tim medis kemudian langsung melakukan prosedur nekropsi hingga proses penguburan selesai pada Rabu (12/8/2026) sekira pukul 00.30 WIB,” kata Ujang Wisnu Barata.

Sebelum kejadian, kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin harian dan evaluasi berkala per tiga bulan. Hasil pemeriksaan medis terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam keadaan sehat dengan nilai Body Condition Index Score (BCIS) 5,5. Sedangkan skala ideal gajah jinak berkisar 5 hingga 7.

Begitu juga dengan gajah-gajah binaan BKSDA Aceh lainnya, baik di PLG Saree, CRU Peusangan, maupun CRU Trumon, selalu mendapatkan pemeriksaan rutin harian dan pengecekan berkala.

“Sebagai langkah antisipasi cepat, BKSDA Aceh memperketat pemantauan dan deteksi dini terhadap gajah-gajah anakan lainnya. Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut,” kata Ujang Wisnu Barata.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsPolitik

Jelang Peringatan Hari Damai Aceh, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Terprovokasi

POPULARITAS.COM –Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haythar mengajak seluruh masyarakat...

NewsSepakbola

Berbenturan dengan Piala Asia, Penyelenggaraan Piala Super Soanyol Dipindah dari Arab Saudi ke Turki

POPULARITAS.COM –  Piala Super Spanyol 2027 resmi digelar di Istanbul, Turki, pada...

News

Karena Asyik Ngobrol, Ahmad Dhani Ditinggal Mulan Jameela saat Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026

POPULARITAS.COM – Ahmad Dhani, musisi sekaligus anggota Komisi X DPR RI terlihat...

InternasionalNews

Singapore Airlines Rugi Rp 13,95 Triliun gara-gara Air India

POPULARITAS.COM – Singapore Airlines mencatat kerugian sekitar S$ 1 miliar (Rp 13,95...

Exit mobile version