Home News Edukasi BNN Aceh Fokuskan Program Pengalihan Tanaman Ganja
EdukasiNews

BNN Aceh Fokuskan Program Pengalihan Tanaman Ganja

Share
BNN dan Polri Kompak Tolak Kepmentan Penetapan Ganja Tanaman Obat
Share

POPULARITAS.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh mulai memfokuskan program pengambangan alternatif, yakni program pengalihan tanaman ganja ke tanaman produktif.

Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser di Banda Aceh, Kamis mengatakan program ini untuk mengalihkan petani yang selama ini menanam ganja menjadi petani yang menanam tanaman produksi unggulan.

“Kami sudah menyusun desain induknya guna mengimplementasikan program alternative development yang menjadi fokus beberapa tahun ke depan,” kata Brigjen Pol Faisal Abdul Naser seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, program pengalihan tanaman ganja ke tanaman produktif sebagai upaya mengatasi permasalahan narkotika di Indonesia.

Ia mengatakan, produksi ganja dan penyalahgunaannya secara multidimensi merugikan bangsa, baik secara fisik, psikis, sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan bangsa.

Kegagalan mencegah dan menghadang ganja dari Aceh untuk tidak menyebar ke seluruh Indonesia menyebabkan produksi dan penyalahgunaan ganja marak di mana-mana.

“Karena itu, tujuan program pengalihan tanaman ganja yang tertuang dalam desain induk alternative development adalah mengentaskan produksi ganja di Provinsi Aceh, terutama di tiga kabupaten, yakni Aceh Besar, Gayo Lues, dan Bireuen,” ujar Faisal Abdul Naser.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Bupati Bireuen Saifannur, Wakil Bupati Gayo Lues Said Sani, dan Wakil Bupati Aceh Besar Husaini A Wahab mengikuti pertemuan membahas grand design alternative development (GDAD) di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Aceh mengharapkan BNN memfokuskan program pengalihan tanaman ganja tersebut. Program ini juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda Aceh.

“Penyalahgunaan narkotika di provinsi ujung barat Indonesia tersebut sudah beralih dari ganja ke sabu-sabu. Kendati begitu, kami mendukung program pengalihan tanaman ganja,” kata dia.

Selain program tersebut, Gubernur juga mengajak aparat penegak hukum mengawasi ketat agar Aceh jangan menjadi tempat transit penyeludupan sabu-sabu.

“Yang terjadi selama ini, ganja dalam ukuran besar keluar Aceh. Begitu juga dengan sabu-sabu, dari Malaysia masuk Aceh dan diseludupkan ke Jakarta. Ini harus dicegah,” kata Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.[acl]

Share
Tulisan Terkait
Bank Aceh serahkan zakat perusahaan tahun buku 2025 Rp11,95 miliar ke Baitul Mal
News

Bank Aceh serahkan zakat perusahaan tahun buku 2025 Rp11,95 miliar ke Baitul Mal

POPULARITAS.COM – Baitul Mal Aceh (BMA), terima zakat perusahaan senilai Rp11,947 miliar....

News

Kemenlu Pastikan Seluruh WNI di Nepal Selamat dari Banjir Bandang

POPULARITAS.COM- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI)...

News

Perkuat Kolaborasi Pengawasan Penyiaran, KPIA Temui Plt Sekda Aceh

POPULARITAS.COM  – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, didampingi Asisten Administrasi...

UIN Ar-Raniry Komitmen Tingkatkan Layanan Disabilitas dan Pengarusutamaan Gender
Edukasi

UIN Ar-Raniry buka prodi kedokteran dan pendidikan profesi dokter, Rektor : Pendaftaran dibuka sudah dibuka sejak 31 Agustus 2026

POPULARITAS.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh segera membuka penerimaan...