Home News BNPB: Waspada Gempa dan Tsunami Tahun 2020
News

BNPB: Waspada Gempa dan Tsunami Tahun 2020

Share
Papua Nugini Diguncang Gempa Magnitudo 7,3
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang 13 sensor pendukung sistem peringatan dini gempa dan tsunami di wilayah Provinsi Aceh (Ilustrasi). (Antara)
Share

JAKARTA (popularitas.com) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat mewaspadai jenis bencana geologi seperti gempa bumi disusul tsunami dan jenis bencana vulkanologi seperti erupsi gunung api pada kurun waktu 2020.

Hal tersebut diutarakan Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo merujuk dari sumber Kementerian/Lembaga dan para pakar.

“Potensi bencana yang perlu diwaspadai untuk tahun depan adalah bencana gempa yang disusul tsunami, lalu bencana vulkanologi,” kata Agus saat memberi paparan dalam agenda ‘Refleksi Bencana Tahun 2019 dan Proyeksi Bencana 2020’ di Kantornya, Jakarta, Senin (30/12).

Data prakiraan potensi bencana Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan enam titik zona potensi aktif berdasarkan seismisitas 2019 yang meliputi Nias, Lombok-Sumba, Ambon, Banda dan Mamberamo.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau agar daerah yang berpotensi memiliki kerawanan tingkat tinggi tersebut agar waspada dan meningkatkan kapasitas mitigasi.

Masyarakat diimbau selalu merujuk kepada informasi peringatan dini BMKG sebagai dasar perhitungan dalam mengambil keputusan.

“Kami mengimbau agar masyarakat dapat menjadikan informasi peringatan dini ini sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk kesiapsiagaan,” kata dia.

Kepala BNPB, Doni Monardo menyatakan lembaganya tetap mengutamakan langkah pencegahan dalam penanggulangan bencana.

Selain itu, ia mengingatkan perihal pentingnya kesadaran kolektif antara pemerintah dengan masyarakat yang harus sejalan. Pelibatan unsur ahli dan pakar serta fungsi peran kearifan lokal, menurut dia, harus digunakan sebagai langkah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Menyadarkan masyarakat tidak bisa dilakukan pemerintah pusat saja. Perlu campur tangan kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat, baik tokoh adat maupun tokoh agama. Karena urusan bencana adalah urusan bersama,” kata dia.*

Sumber: CNN Indonesia

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi
News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...

News

BGN Usul Anak Keluarga Kaya Tak Lagi Terima MBG

POPULARITAS.COM – Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi salah satu program...