Home Headline BPK RI temukan lebih bayar 95 paket APBA 2024 senilai Rp18,22 miliar
Headline

BPK RI temukan lebih bayar 95 paket APBA 2024 senilai Rp18,22 miliar

Share
Wakil Ketua DPR Aceh Ali Basrah pimpin paripurna LHP BPK RI tahun anggaran 2024
Penyerahan LHP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Laporan Keuangan Pemerintah Aceh (LKPA) Tahun Anggaran 2024. FOTO : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Meski BPK RI beri opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh tahun 2024, namun, lembaga itu juga melaporkan ihwal temuan pembayaran lebih 95 paket senilai Rp18,22 miliar di APBA 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Aceh, Andri Yogama saat serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Pemerintah Aceh tahun anggaran 2024.

“Ada beberapa kelemahan yang kita jumpai, hal ini terkait dengan sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap aturan,” katanya, Senin (26/5/2025) di Banda Aceh.

Temuan terkait dengan kekurangan volume dan ketidaksesuain spesifikasi 95 paket pekerjaan di APBA 2024, antara lain, pada belanja modal, jalan irigasi dan jaringan, serta belanja barang dan jasa.

Hal tersebut, sambungnya, terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp18,22 miliar dan potensi hingga capai Rp72,97 juta.

Kemudian, BPK juga menemukan adanya pembayaran atas biaya langsung personel jasa konsultasi pengawasan tidak sesuai ketentuan, dan mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp1,06 miliar.

Lalu, lanjut Andri, juga ditemukan klasifikasi penganggaran belanja pada tiga SKPA yang tidak tepat. Hal ini mengakibatkan lebih saji belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp104,33 miliar, belanja modal gedung dan bangunan Rp8,53 miliar, serta belanja barang dan jasa sebesar Rp1,68 miliar.

Berdasarkan kelemahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Gubernur Aceh agar memerintahkan kepala satuan kerja terkait untuk memproses kelebihan pembayaran sebesar Rp19,28 miliar, dan memperhitungkan potensi kelebihan pembayaran pada pembayaran termin terakhir sebesar Rp72,97 juta.

Dalam kesempatan ini, dirinya meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk lebih cermat dalam menyusun dan memverifikasi anggaran belanja yang diusulkan oleh SKPA.

“Permasalahan tersebut harus menjadi fokus perbaikan bagi Pemerintah Aceh untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah,” katanya.

Andri menambahkan, sesuai pasal 20 UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, maka mewajibkan pejabat untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK tersebut.

Untuk itu, pejabat Pemerintah Aceh harus memberikan respon atau klarifikasi kepada BPK mengenai tindak lanjut rekomendasi tersebut paling lambat 60 hari setelah LHP diterima.

“Kami meminta agar pejabat Pemerintah Aceh yang bertanggung jawab atas penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK untuk segera menyelesaikan seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK,” tegas Andri Yogama.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineOlahraga

Turki rebut gelar juara EuroVolley 2026 usai kalahkan Italia

POPULARITAS.COM – Tim bola voli putri Turki berhasil kalahkan Italia pada Kejuaraan...

Headline

Pham Nhat Vuong, pengusaha Vietnam yang jadi orang terkaya di Asia Tenggara versi Forbes

POPULARITAS.COM – Miliki kekayaan yang ditaksi Rp640 triliun atau setara 40,6 miliar...

Headline

Proyek rehab Krueng Meureudu di Pidie Jaya dikerjakan Kementrian PU senilai Rp717 miliar

POPULARITAS.COM – Krueng Meureudu salah satu daerah aliran sungai (DAS) di Pidie...

EdukasiHeadline

Daftar SD di Pidie yang keluarkan siswa baru akibat benturan aturan kementrian

POPULARITAS.COM – Ternyata, tidak hanya SDN 1 Lampoh Saka, yang terpaksa keluarkan...

Exit mobile version