Home Internasional Demo Berujung 19 Tewas, PM Nepal Mengundurkan Diri
InternasionalNews

Demo Berujung 19 Tewas, PM Nepal Mengundurkan Diri

Share
Kerusuhan ini merupakan yang terburuk dalam beberapa dekade di negara Himalaya yang miskin itu, yang terjepit di antara India dan China. Nepal telah lama berjuang menghadapi ketidakstabilan politik . Poto HO/CNN Indonesia
Share

POPULARITAS.COM – Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli mengundurkan diri setelah demonstran antikorupsi yang menentang jam malam bentrok dengan polisi. Bentrokan itu menewaskan 19 orang, dipicu oleh larangan penggunaan media sosial.

Pemerintah Oli mencabut larangan tersebut setelah protes pada Senin (8/9/2025) meningkat hingga membuat polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa yang mencoba menyerbu parlemen. Tercatat 19 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam kerusuhan

Namun, protes pada Selasa (9/9/2025) tidak mereda dan memaksa Oli untuk mundur, menjerumuskan Nepal ke dalam ketidakpastian politik baru.

Kerusuhan ini merupakan yang terburuk dalam beberapa dekade di negara Himalaya yang miskin itu, yang terjepit di antara India dan China. Nepal telah lama berjuang menghadapi ketidakstabilan politik serta ketidakpastian ekonomi sejak protes besar yang menghapus monarki pada 2008.

“Mengingat situasi yang merugikan di negara ini, saya telah mengundurkan diri efektif hari ini untuk memfasilitasi solusi atas masalah ini dan membantu menyelesaikannya secara politis sesuai dengan konstitusi,” ujar Oli dalam surat pengunduran dirinya kepada Presiden Ramchandra Paudel, seperti dilansir Reuters.

Seorang ajudan Paudel mengatakan kepada Reuters bahwa pengunduran diri tersebut telah diterima, dan presiden telah memulai proses serta diskusi untuk menentukan pemimpin baru.

Oli, 73 tahun, dilantik untuk masa jabatan keempatnya pada Juli tahun lalu sebagai perdana menteri ke-14 sejak 2008. Dua rekan kabinetnya ikut mengundurkan diri pada Senin (8/9/2025) malam dengan alasan moral, karena tidak ingin melanjutkan masa jabatan mereka.

Ia kemudian mengadakan pertemuan dengan semua partai politik dan menegaskan bahwa kekerasan bukanlah kepentingan bangsa. Oli berjanji menempuh jalur dialog damai untuk menemukan solusi atas masalah apapun.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version