Home Hukum Dua nelayan Aceh dipulangkan dari Thailand
HukumNews

Dua nelayan Aceh dipulangkan dari Thailand

Share
ilustrasi foto: Konsulat RI dari Thailand mengantar dua nelayan Aceh (sama-sama tersenyum) yang terdampar ke Songkhla beberapa waktu lalu saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu Sumatera Utara, Jumat (27/7). (Foto Antara Aceh/18).
Share

IDI (popularitas.com): Pihak Kedutaan Besar RI (KBRI) memulangkan dua nelayan Aceh yakni Darkasyi dan Baidatul Akmi, setelah terdampar di perairan Thailand.

Kepulangan kedua warga Idi Cut, Kabupaten Aceh Timur itu dijemput Bupati H Hasballah HM Thaib dan keluarga di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, Jumat sekira pukul 10.00 WIB.

Isak tangis dan rasa haru mewarnai penjemputan Darkasyi dan Baidatul Akmi. Kedua remaja itu mulai pemberangkatan dari negeri gajah putih hingga sampai di Indonesia ditemani staf khusus dari Konsulat RI di Songkhla.

Bupati Aceh Timur H Hasballah dalam pesan elektronik yang dikirim Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Timur Jumat malam mengatakan, dirinya memutuskan untuk menjemput kedua nelayan itu mengingat keduanya merupakan warganya yang sempat terombang-ambing di laut lepas Thailand.

“Bahkan keduanya sempat terkatung-katung setelah kapal yang ditumpangi tenggelam dihantam ombak di titik 08 Pulo Sabang baru-baru ini,” jelas Bupati yang akrab disapa Rocky.

Meskipun dua diantara empat nelayan itu meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KM Indah Harapan, Kamis (12/7), tetapi pemerintah bersyukur dua diantaranya masih selamat setelah kapal nelayan Thailand menyelamatkan mereka dan menyerahkannya ke Konsulat RI di Songkhla.

“Kita berharap nelayan-nelayan kita yang melakukan tangkapan ikan di laut lepas agar tidak melepas baju pelampung dari badannya, karena kecelakaan laut bisa terjadi sewaktu-waktu, apalagi cuaca buruk belakangan tidak menentu,” tutur Bupati.

Berdasarkan keterangan Herman, Panglima Laot Kuala Idi Cut, KM Indah Harapan yang dinahkodai Darkasyi bersama tiga ABK lainnya melakukan tangkapan ikan diperairan Pulo Sabang, Provinsi Aceh.

Setelah beberapa hari di laut, KM Indah Harapan tenggelam dihantam ombak, Kamis (12/7) siang. Dua dari empat nelayan itu hilang dan dipastikan meninggal dunia.

Kedua korban yakni Muhammad dan M. Nasir, sedangkan Darkasyi dan Baidatul Akmi berhasil mengaih tutup fiber sebagai alat mengapung dan sempat terkatung-katung di laut lepas.

Selama di perairan keduanya hanya bertahan hidup dengan meminum air laut, tanpa sedikitpun makanan. Setelah beberapa hari akhirnya keduanya ditemukan kapal nelayan Thailand yang kebetulan melintas lokasi itu, Senin (16/7) pagi.

Kemudian keduanya didaratkan ke Songkhla, Selasa (17/7). Sesampai disana keduanya diserahkan ke pihak keamanan dan seterusnya dibawa ke Konsulat RI di Songkhla, guna proses deportasi. (aceh.antaranews.com)

Share
Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...