Home News Ekonomi dan Pengetahuan Orang Tua Jadi Penyebab Stunting di Aceh
News

Ekonomi dan Pengetahuan Orang Tua Jadi Penyebab Stunting di Aceh

Share
BKKBN tetapkan Aceh sebagi prioritas penurunan stunting
Ilustrasi stunting. Foto: Media Indonesia
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Dinas Kesehatan Aceh menyatakan kurangnya pemahaman orang tua terhadap asupan gizi saat hamil dan anak serta faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab angka stunting (kekerdilan) di provinsi setempat tinggi.

“Banyak orang tua tidak paham tentang stunting dan terkadang mereka tidak sadar anaknya menderita ditambah lagi dengan pendapatan keluarga yang pas-pasan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Aceh, Dr Sulasmi di Banda Aceh, Jumat, 7 Agustus 2020.

Ia menjelaskan dalam pemberian asupan gizi misalnya, orang tua memberikan asupan nutrisi kepada anak tanpa memperhatikan kebutuhan yang dibutuhkan oleh anak dalam masa-masa pertumbuhan.

“Terkadang ada beberapa orangtua yang memberikan makan anaknya seadanya tanpa memperhatikan asupan nutrisi anak,” katanya.

Menurut dia, untuk penanganan stunting dilakukan dengan dua langkah yaitu penanggulangan dan pencegahan.

Ada pun langkah yang dilakukan seperti memperhatikan ibu hamil dengan memastikan 10 T Atenatal Care yaitu timbang, tekanan darah, periksa tinggi fundus uteri (puncak rahim), skrining status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT), pemberian tablet zat besi, tetapkan status gizi, tes laboratorium, tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin, tatalaksana kasus serta temu wicara persiapan rujukan.

“Pokoknya kita harus memastikan nutrisi ibu hamil, dan ketika anak telah terkena stunting kita mengawasi pemberian makan dan stimulasi anak,” katanya.

Ia menyebutkan kasus stunting di Aceh hingga Juni 2020 tercatat sebanyak 33.021 kasus.

Dr Sulasmi mengatakan, kasus stunting tertinggi terjadi di daerah Aceh Tamiang yaitu 2.381 kasus, Aceh Tengah 1.865 kasus dan Aceh Selatan 1.802 kasus.

“Petugas di lapangan mencari ke setiap desa untuk mencatat balita stunting atau yang terkena gizi buruk sehingga dapat ditanggulangi dengan cepat,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini Dinas Kesehatan terus melakukan pelatihan menginput data untuk petugas gizi di daerah-daerah agar semua kasus stunting di Aceh mudah terdeteksi dan tidak terlewatkan. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...