POPULARITAS.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyiapkan enam lokasi berbeda untuk pemantauan hilal satu Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Lokasi tersebut nantinya tersebar di sejumlah daerah di Aceh.
“Pengamatan rukyatul hilal satu Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi di enam lokasi yang tersebar di beberapa wilayah Aceh,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh Azhari di Banda Aceh, Jumat (14/2/2025).
Azhari menjelaskan, adapun enam lokasi tersebut yaitu Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar, Tugu 0 Km-Kota Sabang dan Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas-Lhokseumawe.
Kemudian, Pantai Lhokgeulumpang Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya POB Suak Geudubang Aceh Barat dan Pantai Nancala Teupah Barat, Simeulue.
Untuk pemantauan, kata Azhari, Kemenag Aceh sudah mempersiapkan enam teleskop astronomi Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar dan pengamatan terbuka untuk umum.
Selain itu, Azhari mengatakan pengamatan hilal dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta, Jumat 28 Februari 2025.
“Pemantauan menggunakan teleskop astronomi serta beberapa instrumen lainnya, dimulai setelah shalat Ashar pada Jumat, dan akan didahului dengan pemaparan Posisi Hilal yang disampaikan Tim Hisab Rukyat dan ahli astronomi Aceh,” ujarnya.
Azhari juga mengatakan pengumuman hasil pengamatan akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh daerah se-Indonesia.
“Pengumuman hasil pemantauan hilal akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh Indonesia, maka diharapkan masyarakat menunggu penetapan awal bulan Ramadhan 1446 H oleh pemerintah pada Jumat, 28 Februari sekitar pukul 19.30 WIB,” ucapnya.
Disamping itu, Azhari berharap jika nantinya muncul perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah, maka jangan sampai merusak persatuan dan kesatuan antara umat Muslim di daerah Tanah Rencong serta jadikan perbedaan itu sebagai rahmah yang bermuarakan pada toleransi dalam pelaksanaan ibadah.
“Bila ada perbedaan, tetap saling menghargai dan menghormati, karena semua ada landasan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, Alfirdaus Putra mengatakan rukyat dilakukan oleh tim Kemenag dan beberapa tim dari ormas Islam maupun dayah atau pesantren di seluruh Aceh.
Alfirdaus menjelaskan, bahwa pada saat rukyat nantinya ketinggian hilal berada 4,68 derajat di atas ufuk, dengan elongasi geosentrik bulan dan matahari sekitar 6,4 derajat serta elongasi toposentrik 5,4 derajat.
Kemudian, lama hilal dapat dirukyat sekitar 22 menit setelah terbenam matahari, dengan cahaya bulan sudah 0,22 persen.
“Bagi yang ingin rukyat mandiri, dapat melihat ke barat dengan arah 263 derajat dengan ketinggian hilal 4,68 derajat ketika matahari terbenam, hingga 22 menit setelahnya,” pungkasnya.

Leave a comment