Home News Guruh Soekarnoputra Ubah Limbah Perca Batik Jadi Busana Bernilai Seni
NewsStyle

Guruh Soekarnoputra Ubah Limbah Perca Batik Jadi Busana Bernilai Seni

Share
Guruh Soekarno Putra. Poto : HO | kompas lifestyle
Share

POPULARITAS.COM – Seniman Guruh Soekarnoputra menunjukkan kepeduliannya lewat karya seni yang tak biasa, di tengah maraknya isu lingkungan dan kesadaran akan keberlanjutan industri fesyen.

Anak bungsu Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno dengan Fatmawati ini memperkenalkan konsep busana hasil olahan limbah perca batik. Ia percaya, sisa-sisa kain batik yang sering dianggap tidak berguna bisa disulap menjadi karya seni yang indah, fungsional, dan bernilai tinggi.

Guruh menuturkan, ketertarikannya terhadap wastra Nusantara tak berhenti di batik. Ia juga terinspirasi oleh potongan-potongan kecil kain perca yang kerap terbuang setelah proses produksi batik selesai. “Saya tertarik pada wastra bukan hanya pada batik saja, tapi saya juga berminat pada kain perca,” ujar Guruh dalam Pergelaran Wastra: Karya Cipta Guruh Soekarnoputra di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (10/10/2025).

Baginya, setiap potongan kain perca memiliki potensi untuk hidup kembali melalui tangan kreatif. Dengan menggabungkan berbagai warna, motif, dan tekstur batik yang berbeda, ia menciptakan busana yang tidak hanya unik, tapi juga membawa pesan kuat tentang pentingnya kreativitas dan kesadaran lingkungan.

Sebagai seniman yang telah lama berkecimpung di dunia budaya, Guruh menekankan pentingnya konsep daur ulang (recycling) dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia tekstil dan fesyen.

Menurutnya, sampah tekstil termasuk masalah besar yang kerap diabaikan, padahal dampaknya bisa sangat serius terhadap lingkungan. “Saya sangat peduli dan memperhatikan konsep daur ulang dalam segala hal di kehidupan, termasuk dalam tekstil batik,” katanya.

Ia menambahkan, jika limbah tekstil tidak dimanfaatkan dengan bijak, tumpukan sisa kain dapat jadi sumber polusi yang sulit diurai. Oleh karena itu, ia berusaha mengubah pandangan tersebut dengan menunjukkan bahwa limbah perca justru bisa menjadi bahan dasar bagi karya mode yang berkelas.

“Limbah tekstil jika dibiarkan dan dibuang begitu saja bisa menjadi tambang sampah. Itulah mengapa memanfaatkan kain perca menjadi kain yang baru dan bisa diolah menjadi busana,” katanya.

Melalui karya-karyanya, seniman 72 tahun itu tidak hanya memperkenalkan busana yang indah secara estetika, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Berawal dari Kaki, Menjadi Rahasia Tubuh Tetap Nyaman Beraktivitas

POPULARITAS.COM – Sering kali kita lebih fokus merawat kulit wajah, menjaga postur...

KesehatanNews

Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

POPULARITAS.COM – Keputusan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri tidak semata-mata...

News

Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah, Anaknya: Lebih Hina dari Hina

POPULARITAS.COM – Putra sulung Hotman Paris Hutapea, Frank Alexander meluapkan rasa kekecewaannya...

NewsSepakbola

Prancis Vs Inggris: Jadwal, Kick-off, dan Siaran Langsung Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Perjalanan Timnas Prancis dan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memang tidak...