POPULARITAS.COM — Petani kelapa sawit di Aceh mengeluh dengan turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) serta pembelian yang tidak seragam oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh, Netap Ginting mengatakan, berdasarkan ketetapan harga bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada pekan keempat April 2026 mengalami penurunan sebesar Rp 70 hingga Rp 90 per kilogram.
“Penurunan ini berlaku bagi petani mitra plasma maupun swadaya,” kata Netap Ginting, Selasa (28/4/2026).
Menurut Ginting, penurunan harga tersebut dipicu oleh turunnya harga crude palm oil (CPO) dari periode sebelumnya.
“Harga CPO turun dari Rp15.994 per kilogram menjadi Rp15.444 per kilogram. Sementara harga kernel masih relatif stabil di angka Rp15.204 per kilogram,” ujarnya.
Ginting menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, harga pembelian TBS petani swadaya oleh pabrik kelapa sawit (PKS) saat ini bervariasi. Harga tertinggi tercatat sebesar Rp 3.340 per kilogram, sedangkan harga terendah berada di angka Rp 2.980 per kilogram.
Menurut Ginting, kondisi tersebut menunjukkan belum seragamnya harga pembelian di tingkat pabrik. Karena itu, Ginting berharap perusahaan dapat membeli TBS petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.
“Kami berharap rekan-rekan PKS membeli TBS petani secara linier dengan penetapan harga dari Distanbun Aceh,” katanya.
Selain itu, Ginting juga mengimbau petani sawit agar menerapkan prinsip Good Agricultural Practices (GAP), termasuk memanen buah sesuai standar kematangan untuk menjaga kualitas dan harga jual.
Sementara itu, berdasarkan penetapan harga TBS yang berlaku mulai 22 April hingga 5 Mei 2026, harga tertinggi untuk mitra plasma tercatat pada tanaman berumur 10 hingga 20 tahun dengan rendemen 21,83 persen.
Di wilayah timur, harga mencapai Rp3.758 per kilogram, sedangkan di wilayah barat sebesar Rp3.694 per kilogram.
Untuk tanaman muda berumur tiga tahun, harga berada di kisaran Rp2.821 per kilogram di wilayah timur dan Rp2.772 per kilogram di wilayah barat. Harga kemudian meningkat seiring usia tanaman hingga mencapai puncaknya, sebelum kembali menurun pada usia 21 hingga 25 tahun.
,,Adapun pada sektor mitra swadaya, harga dipengaruhi oleh komposisi bibit. Bibit dengan komposisi 100 persen Tenera memiliki harga tertinggi, yakni Rp3.453 per kilogram di wilayah timur dan Rp3.394 per kilogram di wilayah barat.
Sebaliknya, semakin tinggi persentase bibit Dura, harga cenderung menurun. Pada komposisi 40 persen Tenera dan 60 persen Dura, harga tercatat Rp3.331 per kilogram di wilayah timur dan Rp3.274 per kilogram di wilayah barat.
Dalam penetapan kali ini, harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.442,86 per kilogram dan harga kernel Rp15.204,57 per kilogram. Sementara itu, nilai indeks K tercatat sebesar 90,30 persen untuk wilayah timur dan 88,75 persen untuk wilayah barat.

Leave a comment