Home Kesehatan Hasil Penelitian Minum Susu Mentah Bisa Sebabkan Penyakit
KesehatanNews

Hasil Penelitian Minum Susu Mentah Bisa Sebabkan Penyakit

Share
Hasil Penelitian Minum Susu Mentah Bisa Sebabkan Penyakit
Ilustrasi susu (ANTARA/Pixabay)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Susu sapi dianggap sebagai minuman paling sehat, banyak yang meminumnya saat dingin ataupun tanpa dimasak (mentah), namun sebuah penelitian menyebut bahwa meminum susu mentah dapat menyebabkan penyakit.

Dikutip Indian Express, Senin (6/7/2020), sebuah penelitian menemukan bahwa minum susu mentah atau tanpa dimasak dapat menyebabkan beberapa penyakit serta penyakit yang ditularkan melalui makanan, selain itu susu mentah juga disebut menjadi sumber infeksi bakteri dalam tubuh.

Penelitian yang dilakukan di Universitas California, Davis ini meneliti lebih dari 2000 sampel susu dari berbagai bagian di Amerika Serikat, termasuk susu mentah dan susu yang dipasteurisasi dengan berbagai cara.

Ditemukan bahwa susu mentah memiliki prevalensi tertinggi mikroba resisten antibiotik ketika dibiarkan pada suhu kamar.

Bakteri dengan gen yang kebal antimikroba, jika ditularkan ke patogen, memiliki potensi untuk menjadi “superbug,” sehingga obat-obatan farmasi untuk mengobati infeksi atau penyakit tidak lagi berfungsi.

Menurut Centers for Disease Control atau Pusat Pengendalian Penyakit Amerika, setiap tahun, hampir tiga juta orang mengembangkan infeksi yang kebal antibiotik, dan lebih dari 35.000 orang meninggal.

“Namun, para peneliti menyatakan bahwa penelitian ini tidak memiliki niat untuk menakut-nakuti orang, melainkan untuk mendidik mereka. Jika Anda ingin terus minum susu mentah, simpanlah di lemari es Anda untuk meminimalkan risiko berkembangnya bakteri dengan gen yang kebal antibiotik,” kata pemimpin penelitian, Jinxin Liu, seorang peneliti postdoctoral di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan di University of California Davis.

“Studi kami menunjukkan bahwa dengan penyalahgunaan suhu dalam susu mentah, baik disengaja atau tidak, dapat menumbuhkan bakteri ini dengan gen resistensi antimikroba,” lanjut rekan penulis jurnal Michele Jay-Russell, peneliti mikrobiologi dan manajer di UC Davis Western Center for Food Keamanan.

Jay-Russell mengatakan bakteri dengan gen resistensi antimikroba ini tidak hanya akan merusak tapi juga akan berisiko sangat tinggi jika tidak ditangani dengan benar.[Antara/acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...